Jakarta - Seorang laki-laki berjulukan Agus menggali makam ibunya sendiri di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Sengkol, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hal itu dipicu masalah keluarga.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 13.50 WIB di TPBU Sengkol, Setu, Kota Tangsel. Diketahui, Agus sejak usia sembilan bulan tinggal berbareng om dan bibinya.
"Dia (Agus) dari mini itu dari umur sembilan bulan, udah diurus sama mamangnya. Karena orang tuanya nan lelakinya pergi, nan ibunya itu meninggal. Dirawat sama bibinya dan mamangnya," ujar Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5).
Saat dewasa, Agus telah menikah sebanyak dua kali namun tetap tinggal berbareng om dan bibinya. Kemudian terjadi pertengkaran antara Agus dengan om dan bibinya.
"Mungkin ada pertengkaran apa, family sepertinya. Apa iya dia disuruh bersih-bersih apa segala mungkin lantaran kamarnya kotor apa segala," ucapnya.
Agus merasa tersinggung mengenai pertengkaran nan terjadi antara dia, dengan om dan bibinya. Hal itu memicu Agus menggali kuburan ibunya.
"Ya sama mamangnya maupun bibinya ngomong gitu (tersinggung). Dia (Agus) juga punya anak, ya akhirnya dititipin (ke om dan bibinya. Maksudnya begini, dia itu sudah dirawat dari kecil. Intinya tersinggung omongan pamannya gitu," jelasnya.
Di situ, Agus tersinggung lantaran pamannya menyinggung dirinya untuk tinggal dan membawa mayit ibunya. Karena perihal tersebut, Agus akhirnya menggali kuburan ibunya menggunakan pacul.
"Marah mungkin dia (Agus), akhirnya dia menggali lah nan disebut bawa tadi (mayat ibu)," jelasnya.
"(Papan) Nisan (ibunya) dicabut gitu sama dia. Pertama digali lah pakai pacul," tambahnya.
Terkait kejadian tersebut, polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Sampai saat ini keberadaan Agus tidak diketahui. Agus pergi dari letak usai menggali kuburan ibunya.
"Iya (Agus) pergi (setelah menggali kuburan ibunya). Sampai sekarang belum diketahui (keberadaannya)," tutupnya. (dvp/azh)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·