
Viral! Mahasiswa Alami Gangguan Pendengaran Gegara Dengar Suara Jangkrik Selama 4 Jam (Foto: Freepik)
JAKARTA - Kisah seorang mahasiswa berumur 18 tahun di China menjadi viral setelah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran sementara akibat terlalu lama terpapar bunyi jangkrik saat berkemah. Peristiwa ini memicu obrolan lantaran banyak orang menganggap bunyi alam sepenuhnya kondusif bagi kesehatan telinga.
Dilansir dari SCMP, remaja bermarga nan tersebut berkemah di area rimba di Ningbo, Provinsi Zhejiang, pada awal Juli. Saat berada di lokasi, dia berada di tengah bunyi kumpulan jangkrik nan sangat nyaring selama kurang lebih empat jam tanpa menggunakan pelindung telinga.
Beberapa jam kemudian, nan mulai merasakan telinganya terasa penuh dan sedikit bengkak. Ia juga kesulitan mendengar bunyi bersuara tinggi, seperti kicauan burung maupun bunyi notifikasi telepon genggam.
Hasil Pemeriksaan
Setelah menjalani pemeriksaan, master mendiagnosisnya mengalami gangguan pendengaran sementara akibat paparan kebisingan. Kondisinya berangsur pulih setelah mendapatkan penanganan medis dan menghindari lingkungan bising selama sekitar dua pekan.
Dokter ahli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Ningbo, Li Ji, mengatakan kasus serupa cukup sering ditemukan setiap musim panas.
Menurutnya, banyak orang mengira bunyi nan berasal dari alam tidak berpotensi membahayakan pendengaran. Padahal, intensitas bunyi dapat meningkat ketika dihasilkan secara berbarengan oleh banyak jangkrik.
Li menjelaskan bahwa seekor jangkrik umumnya menghasilkan bunyi sekitar 70 desibel, nan tetap tergolong aman. Namun, jika terdengar dalam jumlah besar, tingkat kebisingannya dapat melampaui 85 desibel, ialah periode nan berisiko menyebabkan kerusakan pendengaran andaikan paparan berjalan cukup lama.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·