Sidoarjo -
Viral SMA Negeri 2 Sidoarjo diduga menarik iuran sekolah sebesar Rp 400 ribu Pihak sekolah menegaskan bahwa nominal itu bukan nomor wajib nan kudu dibayarkan seluruh wali murid.
Pihak SMA Negeri 2 Sidoarjo menyebut, nomor nan menjadi referensi dalam program pengembangan sekolah berada di kisaran Rp 399 ribu. Namun, nominal tersebut merupakan corak partisipasi sukarela nan disesuaikan dengan keahlian masing-masing wali murid, sehingga tidak semua orang tua kudu bayar dengan jumlah nan sama.
"Rp 400 ribu itu tidak benar. nan disampaikan sekitar Rp 399 ribu, tetapi itu bukan tanggungjawab nan kudu sama untuk semua wali murid," ujar Waka Humas SMA Negeri 2 Sidoarjo, Maftuhah, dilansir detikJatim, Kamis (27/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Maftuhah, program tersebut merupakan corak partisipasi sukarela masyarakat dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan di sekolah. Besaran partisipasi disesuaikan dengan keahlian masing-masing wali murid.
Bagi wali siswa nan mempunyai keahlian lebih, partisipasi sekitar Rp 399 ribu alias lebih tetap diperbolehkan. Bahkan, wali siswa nan bisa dapat memberikan support lebih besar.
Sebaliknya, wali siswa dengan keahlian ekonomi terbatas dapat memberikan partisipasi di bawah nominal tersebut. Sementara siswa yatim, dhuafa, maupun family nan betul-betul tidak bisa disebut dapat dibebaskan dari partisipasi.
"Jadi tidak dipatok kudu Rp 399 ribu. Ada nan bisa bisa membantu lebih, nan kemampuannya sedang bisa di bawah itu. Bahkan nan kurang bisa alias yatim dan dhuafa bisa dibebaskan," jelasnya.
Maftuhah mengatakan, penetapan program tersebut juga tidak dilakukan secara sepihak oleh pihak sekolah. Sebelumnya, program dibahas melalui koordinasi internal sekolah, kemudian disampaikan kepada Komite Sekolah dan selanjutnya disosialisasikan kepada wali murid.
Baca selengkapnya di sini
(idh/imk)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·