Cek Mobil Bekas Mulai Rp 350 Ribu, Sudah Termasuk Deteksi Tabrak dan Banjir

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sundoro Edi Pranoto pemilik Inspector Mobil saat melakukan pengecekan. Foto: Dok. Sundoro

Biaya jasa inspeksi mobil bekas rupanya tidak semahal nan dibayangkan. Layanan pengecekan kendaraan saat ini apalagi sudah bisa dilakukan mulai dari Rp 350 ribu per unit, tergantung jenis mobil nan diperiksa.

Pemilik Inspector Mobil, Sundoro Edi Pranoto, menjelaskan tarif tersebut dibedakan berasas segmen kendaraan. Mulai dari LCGC hingga mobil premium mempunyai standar biaya masing-masing.

“Pengecekan per mobil tuh Rp350 ribu sampai Rp650 ribu. Kalau kayak mobil kecil, LCGC mobil mini Rp350 ribu, medium car Rp 400 ribu, mobil besar Rp 450 ribu-Rp 550 ribu, sedangkan nan premium itu Rp 600-Rp 650 ribu,” buka Sundoro kepada kumparan, Minggu (14/6/2026).

Mobil jejak di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Meski biayanya relatif terjangkau, jasa inspeksi ini mencakup pemeriksaan nan cukup menyeluruh. Tidak hanya kondisi luar, tetapi juga komponen krusial seperti mesin, transmisi, kaki-kaki, hingga sistem kelistrikan kendaraan.

Selain itu, inspeksi juga mencakup riwayat kendaraan seperti indikasi jejak tabrakan maupun banjir, nan sering kali tidak mudah terlihat secara kasat mata oleh calon pembeli.

“Yang dicek itu mesin pasti, transmisi, kelistrikan, kaki-kaki, interior, eksterior, jejak tabrak, jejak banjir sampai ada perkiraan perbaikan,” jelasnya.

Hasil inspeksi tidak berakhir pada kondisi saat pengecekan saja. Konsumen juga bakal mendapatkan laporan lanjutan berupa perkiraan biaya perbaikan jika ditemukan komponen nan bermasalah.

Sundoro Edi Pranoto pemilik Inspector Mobil saat melakukan pengecekan. Foto: Dok. Sundoro

“Nanti jika ketemu apa nan perlu diperbaiki, ada estimasinya juga. Sekalian saran perawatan ke depan untuk jangka panjang setelah mobil dibeli,” katanya.

Menurut Sundoro, laporan tersebut juga membantu pembeli memahami kondisi mobil untuk beberapa bulan ke depan. Termasuk komponen apa saja nan kemungkinan perlu diservis alias diganti dalam waktu sekitar enam bulan setelah pembelian.

“Paling jangka 6 bulan ke depannya apa saja nan sudah kudu diservis, alias komponen apa saja nan bakalan diganti,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan