Viral Aksi Bully Siswa SMK di Kebumen, Diduga Dipicu Chat IG

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen buka bunyi mengenai kasus dugaan perundungan atau bullying nan dialami siswa SMK di Kecamatan Kutowinangun, Kebumen.

Diketahui, SMK swasta tersebut ada di bawah naungan PCNU Kebumen. Pihak sekolah saat ini telah memberikan hukuman berupa skorsing terhadap pelaku.

"Jadi sekolah tersebut memang di bawah tanggung jawab kami, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pelakunya diskors. Tapi sekolah tidak bisa langsung mengeluarkan sebelum pelaku mendapatkan sekolah nan baru, sesuai patokan nan ada. Jadi kita beri hukuman skorsing sembari disuruh mencari sekolah lain. Proses hukumnya sendiri sudah ditangani oleh Polres, dan kita sangat menghormati proses norma nan berjalan," kata Ketua PCNU Kabupaten Kebumen, Imam Satibi seperti dikutip dari detikJateng, Senin (17/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan info awal nan diterima dari pihak sekolah, kata Imam, kejadian tersebut bermulai dari persoalan antara pelaku dan korban nan dipicu rasa cemburu. Aksi perundungan itu pun kemudian terjadi pada siang hari saat jam rehat sekolah.

"Informasi nan saya terima dari sekolah itu, awalnya nan kelas 11 (pelaku) punya pacar, kemudian diputus oleh pacarnya. Karena si pelaku bisa membuka akun IG pacarnya, dia memandang ada chat dari adik kelasnya nan menjadi korban. Padahal itu komunikasi biasa saja, hanya hello-hello saja, lampau cemburu," tutur dia.

"Sedang jam makan siang, jam istirahat. Ternyata ada kejadian seperti itu dan tidak terpantau. Ini bagian dari kelalaian kita, maka bakal kita perbaiki SOP dan jasa kita," sambungnya.

Disampaikan Imam, kondisi korban hingga saat ini tetap belum bisa kembali beraktivitas di sekolah. Pihak PCNU berbareng Lembaga Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Kebumen telah mendatangi family korban untuk memberikan pendampingan dan support psikologis.

"Sampai hari ini korban belum aktif sekolah. Kita maklumi jika korban mengalami trauma alias syok mental dan butuh pendampingan. Kami sangat kooperatif dan memaklumi kondisi tersebut," ujarnya.

PCNU Kabupaten Kebumen turut menyampaikan permohonan maaf nan mendalam kepada korban dan keluarganya atas peristiwa nan terjadi.

"Saya atas nama NU menyampaikan permohonan maaf, terutama kepada korban atas kejadian ini. Kami mengakui ini bagian dari keteledoran sekolah hingga tidak terbendung. Harapan kami korban bisa segera recovery dan kembali semangat belajar," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos PPPA Kabupaten Kebumen, Arum Dwi Lestari, menyampaikan bahwa berasas penanganan dan asesmen awal, kondisi bentuk korban sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi saat awal kejadian.

"Kalau waktu kita asesmen hari Rabu (12/8) kemarin kan tetap tidak mau makan. Tapi jika hari Minggu (16/8) kemarin sudah membaik, hanya trauma takut berangkat sekolah. Masuk sekolahnya tetap takut," ucap Arum.

Terkait kondisi bentuk secara perincian maupun hasil visum, Arum menjelaskan bahwa arsip pemeriksaan bentuk medis korban ditangani langsung oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.

Guna penanganan lebih lanjut, Dinas Sosial PPPA Kebumen telah menyiapkan sejumlah langkah pendampingan intensif bagi korban, baik dari sisi pemulihan trauma maupun pengawalan proses norma nan sedang melangkah di Polres Kebumen.

"Rencana ada pendampingan ilmu jiwa untuk menghilangkan traumanya. Kemudian nan kedua, mendampingi dalam proses hukumnya, lantaran sudah dilaporkan ke Polres," kata Arum.

Sebelumnya, video tindakan perundungan nan terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah viral di media sosial. Dalam sebuah video berdurasi 34 detik tersebut, terlihat seorang siswa berseragam Pramuka dipukul dan ditendang oleh seorang anak laki-laki nan hanya mengenakan celana panjang.

Setelah diselidiki, siswa tersebut dipukuli di belakang sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen pada Jumat (7/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Terduga pelaku kemudian diamankan oleh kepolisian pada Sabtu (15/8).

"Terduga pelaku sudah kami bawa ke Polres, pemeriksaan tetap berjalan. Kami juga bakal berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan medis dan visum terhadap korban," kata Kapolres Kebumen AKBP I Putu Krisna Purnama seperti dilaporkan detikcom.

Baca selengkapnya di sini.

(dis/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional