Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak Timur Tengah nan mengerek kenaikan nilai daya dunia, lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings menempatkan ranking utang Indonesia sebagai nan paling rentan di Asia Tenggara.
S&P Ratings memandang akibat lonjakan nilai daya bakal memperlebar defisit transaksi melangkah dan menambah beban subsidi APBN. Hal ini mengkhawatirkan mengingat kondisi alas fiskal RI nan dimiliki relatif lebih rendah dibanding negara ASEAN Lainnya.
Penilaian S&P Rating ini disebut Economist CNBC Indonesia, Maesaroh sebagai peringatan terhadap kondisi fiskal, ekonomi dan pasar finansial RI. Dimana kondisi perang Timur Tengah memberi akibat besar ke ekonomi bumi termasuk Indonesia utamanya dari sisi daya mengingat ketergantungan RI terhadap impor Minyak dan BBM serta besarnya subsidi daya nan kudu ditanggung oleh APBN.
Seperti apa analisa terhadap penilaian S&P Ratings atas ranking utang RI? Langkah apa nan kudu dilakukan dan diwaspadai oleh pemerintah? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Economist CNBC Indonesia, Maesaroh dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 17/04/2026)
Add
source on Google
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·