Video: RI Masih Impor, Ini Efek Lonjakan Harga Minyak ke Industri-APBN

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketidakpastian dunia akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah telah mengerek Harga komoditas daya dunia pada tahun 2026 ini. Harga Minyak mentah bumi melonjak hingga USD 100 per barel nan di awal tahun 2026 hingga pertengahan Oktober 2026 telah naik sekitar 60-70%, sementara harag batu bara nan menyentuh level USD 150 per ton alias telah naik 39% dan nilai CPO naik 14,5%.

Sustainability Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa menyebut kenaikan nilai komoditas daya naik akibat gangguan rantai pasok komoditas di selat Hormuz akibat akibat geopolitik dimana kenaikan tajam terjadi pada nilai gas Eropa.

Bagi Indonesia nan menjadi negara pengimpor daya minyak mentah hingga LPG, maka gangguan rantai pasok dan kenaikan nilai daya ini bakal berkapak ke sektor manufaktur, transportasi dan logistik kenaikan nilai daya bakal mengerek biaya produksi nan dapat meningkatkan nilai jual ke konsumen hingga menyebabkan lonjakan inflasi.

Sebagai negara pengimpor daya maka akibat kenaikan nilai daya bisa menambah beban APBN untuk subsidi energi. Lalu seperti apa akibat lonjakan nilai komoditas daya bagi ekonomi RI? Langkah apa nan dilakukan pemerintah menghadapi kenaikan nilai dan gangguan logistik daya global?

Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Sustainability Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 14/10/2026)


Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑