Jakarta, CNBC Indonesia- Kolaborasi antar sektor disebut National Sales Manager Advansia Indotani, Suhendi sebagai kunci bagi penegmbangan produk pestisida, insektisida, herbisida, dan fungisida nan dapat membantu petani mengatasi beragam persoalan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Hal ini diperlukan untuk mempercepat pengembangan penemuan dan teknologi perlindungan tanaman menghadapi (benih)penyakit & penyakit tanaman agar produksi petani dapat dimaksimalkan.
Saat ini produk pestisida Advansia kebanyakan merupakan pestisida untuk buah dan sayuran nan mencapai 60-70% dari total produksi. Diharapkan penemuan ini bisa membantu program swasembada pangan dan MBG nan permintaannya naik mencapai 30%.
Meski demikian industri pestisida ikut merasakan akibat perang Timur Tengah seiring dengan lonjakan nilai Minyak dan gangguan rantai pasok global. Hal ini mengenai kenaikan nilai bahan baku impor, lonjakan nilai plastik hingga pelemahan Rupiah nan mempengaruhi biaya produksi pestisida dan menekan margin bisnis.
Seperti apa strategi pengembangan produk pestisida di tengah program swasembada pangan dan program MBG? selengkapnya simak perbincangan Andi Shalina dengan National Sales Manager Advansia Indotani, Suhendi dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 15/04/2026)
Add
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·