Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto mengatakan pengembangan hilirisasi bauksit merupakan investasi nan cukup mahal lantaran memerlukan biaya hingga USD 1,2 Miliar per akomodasi pemurnian (refinery) bauksit.
Dimana pengembangan refinery bauksit tetap menghadapi sejumlah tantangan mengenai teknologi, modal nan besar hingga pasokan bahan baku nan tersendat lantaran letak persediaan berhimpitan dengan perkebunan.
Pembangunan Refinery nan mengolah bauksit menjadi alumina hingga aluminium saat ini baru mencapai 3 proyek namun pengembangannya juga belum maksimal.
Selengkapnya simak perbincangan Serliana Salsabila dengan Ketua Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 11/05/2026)
Add
source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·