Video: Layanan RS-Dokter Naik Kelas, Warga RI Tak Perlu Berobat Ke LN

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Azhar Jaya memastikan percepatan pembangunan 66 RS di wilayah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) nan merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) alias Quick Win Presiden Prabowo.

Selain itu Kemenkes tengah mendorong transformasi kesehatan lanjutan nan bakal mengubah sistem pelayanan kesehatan di Indonesia mengenai 3 perihal ialah Rujukan berbasis kompetensi agar pasien bakal dirujuk sesuai dengan diagnosa, kelas rawat inap standar dengan ruang rawat maksimal 4 tempat tidur dan bilik mandi dalam serta perubahan pemeriksaan penyakit.

Khusus program Rujukan berbasis kompetensi disyaratkan RS di kabupaten ada di strata Madya sehingga dapat menangani 60% besar penyakit nan ada di masyarakat sehingga 80% kasus penyakit ditangani di Provinsi terkait.

Kemenkes menargetkan transformasi RS ini bisa meningkatkan jasa RS sehingga masyarakat tidak perlu berobat ke luar negeri mengingat kompetensi master di Indonesia sangat baik. Salah satu langkah untuk mendorong service master ke pasien dan menambah jumlah master dan jika jumlah master mencukupi maka bakal ada pembatasan Surat Izin Praktik (SIP) Dokter maksimal 2 unik pulau Jawa.

Seperti apa transformasi rumah sakit? Selengkapnya simak perbincangan Syafinaz Nachiar dengan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Azhar Jaya dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 16/04/2026)


Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News