Jakarta, CNBC Indonesia- Perang Timur Tengah nan melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memberi akibat besar terhadap lonjakan nilai daya dunia, gangguan rantai pasok hingga akibat kenaikan inflasi dan tekanan nilai tukar mata duit sejumlah negara seperti Indonesia.
Dari sektor daya Indonesia disebut Commodity Expert CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta mempunyai ketahanan nan baik meski tetap mengandalkan pasokan impor. Namun di sisi nilai kenaikan nilai minyak dan LPG bakal mengerek nilai BBM di dalam negeri hingga melonjaknya subsidi energi.
Menghadapi kondisi gejolak nilai energi, pemerintah telah melakukan sejumlah antisipasi melalui upaya peningkatan produksi migas dalam negeri hingga mendorong pengembangan Energi bersih, mendorong B50 serta mengganti LPG ke CNG.
Seperti apa akibat perang ke daya tahan daya RI dan APBN? kebijakan apa nan diperlukan untuk mengantisipasi kondisi ini? Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Commodity Expert CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 20/05/2026)
Add
source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·