Jakarta, CNBC Indonesia- Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menyampaikan capaian keahlian Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sejak diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025.
BPI Danantara dalam konsolidasi aset manajemen BUMN nan bakal terhubung dengan perbankan nan berkedudukan sebagai kanal distribusinya sehingga bakal menjadi aset manajemen nan solid, salah satunya melalui transformasi Danareksa nan mempunyai lebih dari 50 anak upaya sehingga diperbaiki menjadi Danareksa Investment. Selain itu Danantara juga membentuk holding area industri Industri melalui ekosistem industrial estate sehingga sumber pendapatannya tidak hanya berasal dari penyewaan tanah.
Dari sektor perbankan, Danantara telah melakukan transformasi Bank Himbara melalui penguatan dan penamaan nan seragam dalam struktur organisasi Bank Himbara. Selain itu juga dilakukan analisa upaya melalui penguatan sumber pertumbuhan upaya dan aset.
Salah satunya reformasi Bank BRI nan berfokus pada sektor mikro namun sektor komersial dan korporate tidak bertumbuh oleh lantaran itu dilakukan perbaikan dengan menekan cost of fund. Selain itu ketua BRI juga diisi dengan sosok nan mempunyai kapabilitas dan kapabilitas nan sesuai dengan kebutuhan reformasi bisnis.
Selain itu Danantara juga memuji keberhasilan transformasi BNI dan Bank Mandiri nan dipimpin oleh banker masa depan dan kompeten sehingga bisa mencatatkan keahlian perbankan BUMN RI
Seperti apa perkembangan reformasi perusahaan BUMN di Bawah BPI Danantara? Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 26/08/2026)
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·