Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pemenuhan standar Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SJMKHP) sebagai syarat keamanan pangan bagi produk perikanan nan bakal menembus pasar internasional.
Dalam memenuhi persyaratan keamanan pangan, produsen produk perikanan disebut Direktur Utama Nirvana Niaga Sejahtera (NNS), Nurhadi Samad kudu memperhatikan rantai pasok dari hulu kehilir. Hal ini mengenai upaya menjaga suku ikan minimal nol derajat celcius guna menjaga kualitas sehingga armada tangkap kudu mempunyai teknologi pendingin.
PT Nirvana Niaga Sejahtera sebagai perusahaan pengolahan hasil laut (seafood) dan frozen food nan berfokus pada pasar ekspor memandang upaya menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan cukup menantang di RI mengingat prasarana dan jalur transportasi nan belum memadai. Selain itu tetap diperlukan edukasi nelayan terhadap upaya menjaga kualitas tangkapan ikan.
NNS nan memasok ikan tuna hingga octopus ke Amerika dan Jepang memastikan upaya memenuhi sertifikasi internasional dengan kualitas premium tetap terpenuhi. Meski demikian, salah satu tantangan ekspor perikanan adalah masuk ke pasar Uni Eropa lantaran adanya kebijakan satu pintu nan menyebabkan hasil perikanan kudu melalui Vietnam sebelum masuk Eropa.
Seperti apa tantangan produsen produk perikanan RI dalam memenuhi keamanan pangan global? Selengkapnya simak perbincangan Shania Alatas dengan Direktur Utama Nirvana Niaga Sejahtera (NNS), Nurhadi Samad dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 29/05/2026)
Add
source on Google
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·