Velg Mobil Bermotif Diamond Cut Lecet, Reparasi Butuh Mesin Khusus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mesin diamond cut di bengkel Eurovolution, Condet, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Velg mobil dengan finishing diamond cut kini menjadi perlengkapan bawaan pada banyak mobil baru nan dijual di Indonesia. Tampilannya mengilap dengan pengaruh menyerupai pelangi, kreasi nan lebih modern itu rupanya membikin pemiliknya berhadapan dengan persoalan tersendiri begitu permukaannya lecet.

Diwan, pemilik bengkel reparasi velg Eurovolution, mengatakan bahwa perbaikan velg diamond cut harus menggunakan mesin khusus. Menurutnya, jumlah bengkel nan mempunyai mesin tersebut juga tetap terbatas.

“Mesin diamond cut hanya beberapa bengkel nan punya, bisa dihitung jari. Mungkin mereka merasa belum perlu mesinnya, jika trafiknya belum banyak. Buat apa beli mesin ratusan juga, mending dioper (ke bengkel lain) saja,” buka Diwan saat ditemui kumparan di Condet, Jakarta Timur, belum lama ini.

Velg mobil BMW nan sedang dalam proses reparasi diamond cut. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia bilang, proses reparasi velg diamond cut dilakukan dengan membentuk kembali permukaan velg menggunakan mesin. Velg dipasang di bagian lingkaran mesin, lampau pisau pemotong diatur untuk mengikis bagian permukaan nan mengalami kerusakan.

Diwan menjelaskan, proses tersebut memerlukan ketelitian lantaran kesalahan saat mengoperasikan mesin bisa membikin kondisi velg semakin rusak. Operator kudu mengerjakannya secara perlahan dengan konsentrasi tinggi.

"Sebelum masuk ke mesin kudu dibuat dulu cetakan dari pelat aluminium sesuai corak permukaan velg, beda velg beda juga cetakannya. Operator kami saja jika ngerjain diamond cut malam hari, abis magrib lah lembur, siang-siang nggak konsentrasi," terangnya.

Proses pengerjaan velg diamond cut. Foto: Dok. Eurovolution

Setelah proses pembubutan selesai, permukaan velg kemudian diberi pernis alias clear coat. Seluruh proses reparasi tersebut biasanya memerlukan waktu sekitar tiga hari tergantung antrean.

Untuk memudahkan konsumen, Diwan menyediakan beberapa pilihan selama velg dikerjakan. Velg dapat diantar-jemput oleh pihak bengkel alias konsumen bisa menggunakan velg sementara agar mobil tetap dapat digunakan. Bengkel juga dapat menerima mobil untuk ditinggal selama proses reparasi berlangsung.

Menurut Diwan, mobil listrik (EV) menjadi salah satu jenis kendaraan nan cukup sering datang untuk memperbaiki velg diamond cut. Ia menuturkan, kebanyakan EV saat ini tidak lagi menggunakan finishing cat pada velg. Desain velg-nya juga tidak mempunyai tembok nan lebih tinggi sehingga lebih mudah lecet.

Ilustrasi velg mobil dengan tembok pelindung (bibir velg). Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"BYD Seal cukup sering, apalagi nan ring 19, spoke-nya banyak dan agak melintir, jadi sering grepes. Terus BYD Sealion, Hyundai Ioniq, Chery J6, dan Aion juga beberapa kali. Rata-rata velg EV memang diamond cut,” rincinya.

Adapun, biaya reparasi diamond cut ditentukan berasas ukuran velg. Tarifnya Rp 650 ribu untuk ring 17 inci dan Rp 700 ribu untuk ring 18 inci, sudah termasuk pemasangan. Diwan menyebutkan, beberapa model memerlukan penanganan unik sehingga tarifnya bisa berbeda.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan