Vaksin HPV Selamatkan 200 Nyawa di Inggris, Kematian Kanker Serviks Turun Drastis

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Vaksin HPV Selamatkan 200 Nyawa di Inggris, Kematian Kanker Serviks Turun Drastis Ilustrasi--Petugas menyuntikkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) dosis pertama kepada penduduk di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/6/2026).(ANTARA/Hasrul Said)

SEBUAH pencapaian luar biasa dalam bumi medis dilaporkan terjadi di Inggris. Berdasarkan kajian terbaru nan diterbitkan dalam jurnal kesehatan terkemuka, The Lancet, vaksin Human Papillomavirus (HPV) diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 200 nyawa dari ancaman kanker serviks sejauh ini.

Studi perdana ini menunjukkan penurunan tajam nomor kematian sejak program vaksinasi HPV mulai ditawarkan kepada siswi sekolah pada 2008. Hasil nan paling mencolok terlihat pada golongan wanita muda usia 20 hingga 24 tahun.

Antara 2020 hingga 2024, tercatat tidak ada satu pun kematian akibat kanker serviks pada golongan usia tersebut. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah periode lima tahunan nomor kematian mencapai titik nol. Tanpa adanya program vaksinasi, para peneliti memperkirakan setidaknya bakal ada 23 kematian nan terjadi.

"Sangat luar biasa untuk memikirkan bahwa satu suntikan tunggal nyaris dapat melenyapkan jenis kanker tertentu," ujar Prof. Peter Sasieni, peneliti utama dari Queen Mary University of London.

Data Dampak Vaksinasi HPV di Inggris

Berikut adalah ringkasan info statistik nan menunjukkan efektivitas vaksin HPV berasas laporan terbaru:

Kategori Data Temuan / Statistik
Estimasi Nyawa Terselamatkan Sekitar 200 jiwa
Kematian Usia 20-24 (2020-2024) 0 (Nol)
Risiko Kematian Usia di Bawah 30 Mendekati nol (bagi nan divaksin usia 12-13)
Penyebab Kanker Serviks 99% disebabkan oleh virus HPV
Target Vaksinasi WHO 90% cakupan populasi
Cakupan Saat Ini di Inggris (Usia 15) 76% (Data 2024-2025)

Kisah Nyata: Pentingnya Pencegahan Dini

Manfaat vaksin ini dirasakan sangat mendalam oleh mereka nan tidak sempat mendapatkannya, seperti Alexandra Legg. Ia lulus sekolah tepat sebelum vaksin HPV diperkenalkan di Inggris. Pada 2021, di usia 30 tahun, Alexandra didiagnosis menderita kanker serviks saat sedang merencanakan pernikahannya.

Meski kudu menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah cerah di perut, tim master sukses menyelamatkan sebagian mini serviksnya, nan memungkinkannya untuk hamil. Setahun kemudian, putrinya nan diberi nama Ivy Marvella, berfaedah "keajaiban", lahir ke dunia.

"Saya adalah pendukung nyata vaksin ini. Ketika Ivy sudah cukup umur, dia bakal menjadi orang pertama nan mengantre untuk mendapatkannya," tegas Alexandra.

Tantangan Menuju Eliminasi 2040

Pemerintah Inggris telah berkomitmen untuk mengeliminasi kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat pada 2040. Namun, tantangan besar muncul lantaran tingkat vaksinasi saat ini menurun menjadi 76%, di bawah sasaran 90% nan ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Michelle Mitchell, CEO Cancer Research UK, memperingatkan bahwa meskipun temuan ini adalah tonggak sejarah nan luar biasa, tindakan terarah diperlukan untuk menjangkau organisasi dengan tingkat partisipasi rendah.

Selain vaksinasi untuk anak perempuan, sejak 2019 Inggris juga telah memberikan vaksin HPV kepada anak laki-laki. Langkah ini bermaksud melindungi mereka dari kanker dubur, penis, dan tenggorokan, sekaligus mengurangi akibat penularan virus kepada perempuan. Pemerintah juga mulai mendistribusikan perangkat tes berdikari HPV bagi wanita nan belum melakukan skrining rutin. (bbc/Z-1)

Meskipun vaksin HPV sangat efektif, wanita berumur 25 hingga 64 tahun tetap disarankan untuk mengikuti skrining serviks (pap smear) secara rutin sebagai langkah perlindungan ganda.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia