Peluncuran Program SMK Go Global Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia tingkat Jawa Barat.(UTB)
Universitas Teknologi Bandung (UTB) resmi menjadi tuan rumah peluncuran (kick off) Program SMK Go Global Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia tingkat Jawa Barat pada Rabu (26/8). Program ini dirancang untuk menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nan kompeten, profesional, dan mempunyai daya saing tinggi di pasar kerja internasional.
Pelaksanaan program di Jawa Barat ini merupakan bagian dari inisiatif prioritas nasional nan diluncurkan secara berurutan oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin. Pemerintah menetapkan sasaran ambisius dengan menyiapkan 500.000 tenaga kerja terampil untuk ditempatkan di beragam negara sepanjang periode 2026-2029.
Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Singgih Hermawan, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.280 peserta di wilayah Jawa Barat bakal menjalani training intensif selama satu hingga tiga bulan. Materi training difokuskan pada sektor-sektor strategis nan mempunyai permintaan tinggi di luar negeri.
"Pelatihan mencakup beberapa sektor utama, seperti operasi produksi, manufaktur, penguasaan bahasa Inggris dan Jepang, hingga bagian perawatan (nursery)," ujar Singgih dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Singgih menekankan pentingnya ketahanan mental bagi para peserta. Mengingat mereka bakal bekerja jauh dari keluarga, kesiapan mental menjadi aspek krusial agar tenaga kerja Indonesia tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja asing lainnya.
Rektor UTB, Muchammad Naseer, menegaskan komitmen penuh perguruan tinggi dalam menyukseskan program ini. Melalui Migran Center UTB, training tidak hanya berfokus pada aspek teknis (skill), tetapi juga pada pembentukan karakter.
"Selain pembekalan keahlian teknis, kedisiplinan dan pembentukan karakter ahli (attitude) menjadi konsentrasi utama materi training di Migran Center UTB," kata Naseer.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai kerjasama antara kementerian, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi penyerapan tenaga kerja.
"Ini skema program nan keren lantaran pemerintah dan perguruan tinggi bekerja-sama mempersiapkan anak-anak kita masuk bursa kerja global. Pemprov Jabar bakal terus memperluas akses ini agar pada 2029 tidak ada lagi anak muda nan menganggur," pungkas Herman. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·