Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |06:02 WIB

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD453,4 miliar. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD453,4 miliar alias sekitar Rp8.091,37 triliun pada kuartal II-2026. Angka tersebut meningkat 4,4 persen secara tahunan (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan ULN terutama dipengaruhi peningkatan utang sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral. Di sisi lain, pertumbuhan ULN swasta tetap mengalami kontraksi, meski tidak sedalam periode sebelumnya.
"Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta nan lebih rendah," ungkap Denny dalam keterangannya di Jakarta.
Denny mengatakan posisi ULN pemerintah tetap terjaga. Pada kuartal II-2026, ULN pemerintah tercatat sebesar USD216,3 miliar alias tumbuh 2,9 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal I-2026 nan mencapai 3,8 persen (yoy).
Perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN), nan mencerminkan kepercayaan penanammodal terhadap prospek perekonomian Indonesia nan tetap terjaga.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·