Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kanan).(Dok Diskominfo Kota Bandung)
PEMERINTAH Kota Bandung memastikan proses belajar sekitar 900 siswa SDN 026 Bojongloa tetap melangkah meski sekolah tersebut terdampak persoalan sengketa lahan. Karena kewenangan anak untuk memperoleh pendidikan kudu menjadi prioritas di atas persoalan administratif maupun sengketa hukum.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, Pemkot Bandung menghormati putusan pengadilan mengenai status lahan sekolah. Namun, pemindahan ratusan siswa tidak bisa dilakukan secara mendadak tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlangsungan pendidikan.
“Hak anak mendapatkan pendidikan kudu berada di atas semua ketentuan legal formal. Putusan norma tetap kami hormati tetapi memindahkan sekitar 900 siswa sekaligus tentu tidak semudah itu,” ungkap Farhan di SDN 026 Bojongloa, Jumat (7/8).
Menurut Farhan, sebagai solusi sementara, Pemkot Bandung bakal memindahkan aktivitas belajar mengajar siswa SDN 026 secara berjenjang ke SDN 148, dalam waktu sekitar dua hingga tiga pekan ke depan. Perpindahan dilakukan secara gradual agar pihak sekolah mempunyai waktu untuk menyiapkan ruang belajar, tenaga pendidik serta memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa sehingga proses relokasi tidak menimbulkan kepanikan.
“Kami tidak mau perpindahan dilakukan secara mendadak. Semua kudu dipersiapkan dengan baik agar anak-anak tetap nyaman belajar. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah pengganti di area Cibaduyut Kidul. Namun hingga kini, rencana pembangunan tersebut tetap menghadapi penolakan dari sebagian penduduk sekitar," paparnya.
Farhan mengaku bakal terus mengedepankan perbincangan dan musyawarah agar pembangunan sekolah dapat terlaksana. Dirinya percaya melalui musyawarah penduduk bakal membuka hati dan pikirannya sehingga pembangunan sekolah bisa dilakukan demi kepentingan anak-anak.
"Kami juga meminta mahir waris nan memenangkan perkara sengketa lahan agar memberikan waktu kepada pemkot untuk menyelesaikan proses relokasi dan pembangunan sekolah baru. Saya siap bertanggung jawab penuh agar tidak ada lagi penolakan terhadap siswa nan bakal dipindahkan," tuturnya.
Farhan menyebut, dia berbareng seluruh jejeran bakal pasang badan. Sebab tidak manusiawi andaikan ada orang nan mengusir alias menolak anak-anak nan mau sekolah. Karena nan bentrok adalah pemerintah dengan mahir waris bukan anak-anak.
Untuk menjamin aktivitas belajar tetap berjalan aman, Farhan juga menginstruksikan Camat Bandung Kidul berbareng unsur Forkopimcam untuk beroperasi selama 24 jam di sekitar sekolah agar mengantisipasi kembali terjadinya tindakan pengembokan.
“Saya tidak mau ada lagi sekolah nan digembok. Kalau ada upaya seperti itu laporkan langsung kepada saya. Pendidikan anak-anak tidak boleh terganggu,” tegasnya. (AN/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·