Bekasi, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan proyek jalur dwi dobel alias double-double track (DDT) Bekasi-Cikarang bakal menjadi prioritas setelah terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Dudy mengatakan proyek DDT segmen Bekasi-Cikarang bakal diprioritaskan bagai bagian dari pertimbangan terjadinya kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
"Tentunya, sebagai bagian dari pertimbangan kami untuk double-double track itu ya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, proyek DDT segmen Bekasi-Cikarang bakal menjadi program berbareng elektrifikasi hingga Cikampek.
"Ini termasuk juga berangkaian dengan elektrifikasi, itu sudah merupakan bagian daripada pertimbangan kami terhadap jasa KAI, khususnya nan KRL," jelasnya.
Saat ini jalur DDT nan sudah beraksi berada di segmen Jatinegara-Bekasi. Proyek ini sejatinya membentang dari Stasiun Manggarai hingga Cikarang. Saat ini, progres DDT Manggarai-Jatinegara tetap bersambung dengan pembangunan Manggarai Ultimate kembali dilanjutkan.
Foto: Petugas campuran mengevakuasi puing-puing di letak kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sayangnya, pembangunan DDT segmen Bekasi-Cikarang tak kunjung di mulai, membikin perjalanan Bekasi-Cikarang sudah sangat padat lantaran kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL tetap melintasi jalur nan sama, sehingga potensi akibat tetap tinggi.
Pada DDT segmen Jatinegara-Bekasi, perjalanan KAJJ dengan KRL sudah terpisah, sehingga akibat sudah mulai berkurang. Namun setelah Stasiun Bekasi, jalur KAJJ dan KRL kembali menyatu hingga Cikarang.
Adapun DDT segmen Jatinegara-Bekasi sejatinya dioperasikan secara bertahap, ialah segmen Jatinegara-Cakung nan resmi beraksi pada 12 April 2019. Sedangkan DDT Cakung-Bekasi mulai beraksi pada 17 Desember 2022.
(chd/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·