Usai Temui Putin, RI-Rusia Jajaki Investasi Pupuk dan Perkapalan

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah mengakhiri kunjungan kenegaraan ke Rusia, dalam perihal memenuhi undangan dari Presiden Vladimir Putin. Pesawat nan membawa Prabowo dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta sekitar pukul 03.00 WIB.

Prabowo datang sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok.

Tak hanya itu, kedua kepala negara juga membahas sejumlah kesempatan konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, daya dan sumber daya mineral, mineral, pertahanan, hingga investasi dan perkapalan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

"Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk memandang potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea," ujar Rosan, mengutip keterangan resmi.

Menurut Rosan, peningkatan keahlian dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka kesempatan bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

"Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi nan sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis nan bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita," ungkapnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman untuk studi berbareng tersebut sejalan dengan pengarahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berkedudukan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global.

Posisi Vladivostok nan menghadap area Pasifik dinilai strategis lantaran area tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

"Ini menjadi menarik lantaran Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar nan selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," ujarnya.

Putin Tawarkan Kapal Nelayan Canggih Ke Prabowo

Selain sektor pupuk, Rosan mengungkapkan adanya kesempatan kerja sama di bagian perkapalan. Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter nan dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan nan panjangnya lebih dari 102 meter nan mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya," kata Rosan.

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo bakal mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia nan diharapkan makin membuka ruang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia-Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

"Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara," kata Rosan.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News