Ilustrasi(Antara)
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dihentikan sementara menyusul dugaan gangguan kesehatan nan dialami 237 siswa dan pembimbing setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Mahyeldi menegaskan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan sekaligus memberikan ruang bagi tim mengenai melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap dugaan kejadian tersebut.
“Demi keamanan, operasional dapur SPPG kita hentikan sementara. Amankan dan periksa seluruh prosesnya, termasuk sampel makanan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dipastikan tidak ada pelanggaran alias persoalan nan membahayakan, baru operasional dapat dilanjutkan,” tegas Mahyeldi usai menghadiri aktivitas di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (3/9).
Menurutnya, langkah tersebut krusial untuk meminimalkan akibat sekaligus memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif. Pemeriksaan dan investigasi dilakukan oleh lembaga terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), berbareng pihak mengenai lainnya.
Mahyeldi juga meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Sumatera Barat meningkatkan standar pengawasan, kebersihan, pengolahan, hingga pengedaran makanan. Setiap potensi persoalan kudu segera dikoordinasikan dengan lembaga kesehatan dan pihak terkait.
“Ini menjadi pertimbangan serius bagi seluruh pengelola dapur MBG. Jangan sampai program nan bermaksud mulia untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak justru menimbulkan persoalan kesehatan. Keamanan dan kualitas makanan kudu menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Berdasarkan info dari Puskesmas Palupuh dan 13 puskesmas pembantu (pustu), sebanyak 237 siswa dan pembimbing dilaporkan mengalami indikasi seperti mual, sakit perut, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) kemarin. Sebagian di antaranya sempat mendapatkan penanganan di sejumlah akomodasi kesehatan.
Saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut tetap dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan dapur SPPG dilakukan untuk memastikan sumber munculnya keluhan kesehatan nan dialami para siswa dan guru.
Kepala SPPG Palupuh, Wahyu Saputra, mengatakan menu nan dibagikan pada Selasa (1/9) terdiri atas telur puyuh dan sayuran berupa timun, tomat, serta selada. Menurutnya, tidak terdapat laporan keluhan kesehatan saat makanan dibagikan dan pihak SPPG baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada hari berikutnya.
“Kami juga terkejut dengan kejadian ini. Saat pembagian MBG tidak ada laporan mengenai keluhan alias dugaan keracunan. Kami sekarang berkoordinasi dengan pihak mengenai dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Agam, Aryo, menyatakan pihaknya tetap mengumpulkan info dan info dari beragam pihak untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan KPPG terkait.
Berdasarkan info terakhir, seluruh siswa dan pembimbing nan sebelumnya mendapatkan perawatan di sejumlah akomodasi kesehatan telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Pemprov Sumbar terus memantau perkembangan kondisi mereka serta menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. (YH/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·