Usai Kebakaran, Masyarakat Bangun kembali Rumah di Desa Adat Sade

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Usai Kebakaran, Masyarakat Bangun kembali Rumah di Desa Adat Sade Personel Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Desa budaya Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (24/8/2026).(Antara)

MASYARAKAT Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar ritual budaya Tradisi Nyemulak alias penancapan tiang pertama pada Kamis (3/9). Ritual ini menandai dimulainya rekonstruksi Rumah Adat Sasak dan Masjid Sade nan sebelumnya lenyap terbakar.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menjelaskan argumen di kembali penentuan waktu dimulainya pembangunan pemukiman tradisional tersebut.

"Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan nan terbaik, sehingga pembangunan rumah di kampung Adat Sade ini dimulai hari ini," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat aktivitas Nyemulak di Kampung Adat Sade di Lombok Tengah.

Lalu Pathul mengapresiasi kontribusi para dermawan dalam pemulihan area wisata budaya ini. Ia menekankan pentingnya keterlibatan penduduk dan transparansi anggaran.

"Kami berambisi kepada masyarakat untuk terus mendukung rekonstruksi ini untuk kesejahteraan generasi penerus bangsa," katanya.

"Pelaksanaan rekonstruksi ini tetap dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan untuk kebaikan masyarakat," katanya.

Di letak nan sama, Gubernur NTB Lalu M Iqbal menegaskan bahwa penancapan tiang pancang pertama ini adalah bagian dari ikhtiar panjang pemulihan Sade.

"Dalam proses pembangunan ini kudu tetap sabar," katanya.

Gubernur menginstruksikan pembentukan satuan tugas dan rekening terpadu untuk mengelola biaya hibah.

"Bantuan nan masuk dikumpulkan," katanya.

Gubernur juga mendorong percepatan akomodasi penunjang bagi visitor selama proses penutupan area berlangsung.

"Wisatawan nan datang bisa memandang corak Sade ini, lantaran proses rekonstruksi dimulai area ini ditutup," katanya.

Ia menegaskan agar corak arsitektur original dipertahankan demi menjaga nilai historis dan daya tarik wisata budaya.

"Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Ini proyek pertama pelestarian budaya di NTB," katanya.

Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, Lalu M Faozal, menyampaikan bahwa keputusan ini telah disepakati berbareng oleh penduduk setempat.

"Hari ini merupakan hari baik nan disepakati untuk pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid dan Rumah Adat Sade," katanya.

Lalu M Faozal merinci total kerusakan bentuk akibat kejadian kebakaran tersebut meliputi 75 unit rumah adat, 8 berugak (gazebo), 6 sekenam, 1 gedung masjid, 2 toilet umum, serta 69 unit artshop.

"Seluruh proses pembangunan dimulai hari ini, namun tidak bisa diselesaikan dengan bersamaan, sehingga dibangun sesuai dengan perencanaan rekonstruksi nan lebih aman," katanya. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia