Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan saat ini Indonesia telah masuk dalam kategori kejadian El Nino kuat.
"Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Niño kuat," kata Teuku di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).
Ia menyampaikan El Nino bisa terjadi akibat suhu di permukaan laut di Samudra Pasifik mengalami kenaikan hingga 0,5 derajat lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan jika kondisi itu sudah tercapai, maka Indonesia sudah masuk dalam kategori El Nino aktif.
Teuku juga menyampaikan bahwa konsentrasi BMKG menghadapi El Nino ini secara garis besar menjadi dua hal. Yakni kesiapan air melalui waduk-waduk dan antisipasi kebakaran rimba dan lahan.
Ia menyampaikan ada enam provinsi nan selama ini menjadi konsentrasi utama, meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Pengisian waduk dengan modifikasi Cuaca dan lain sebagainya juga dengan untuk mengantisipasi kebakaran rimba dan lahan melalui pembasaan dari lahan-lahan nan mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca," ujarnya.
Sementara itu untuk pengisian waduk-waduk. Ia menyebut ada 240 waduk nan tersebar di Indonesia.
Ia mengatakan beberapa di antara waduk itu bakal difungsikan menjadi PLTA, irigasi, hingga persediaan air bersih.
Pada Selasa (28/7), Presiden RI Prabowo Subianto mennggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri membahas antisipasi El Nino nan berbarengan dengan datangnya musim kemarau.
Selain Teuku, turut datang juga Menhut Raja Juli Antoni, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kabasarnas Marsda M Syafi'i, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Kepala BRIN Arif Satria, hingga Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono.
(mnf/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·