Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah, Selasa (28/7). Kali ini nan ditangkap adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan operasi senyap di wilayah Kabupaten Pemalang tersebut.
"Benar," kata Fitroh kepada CNNIndonesia.com ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (29/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitroh belum mau mengungkap kasus nan menjerat sang bupati hingga akhirnya ditangkap dalam OTT tersebut. Ia juga belum bisa merinci jumlah orang nan ditangkap selain Bupati Pemalang.
"Lebih detailnya ke jubir," ujarnya.
Anom Widyantoro yang berpasangan dengan Nurkholes baru terpilih pada Pilkada 2024 lalu. Mereka dilantik berbareng kepala wilayah lainnya pada 6 Februari 2025.
Pasangan Anom dan Nurkholes ini didukung oleh koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh.
KPK sedang giat menangkap para kepala wilayah nan diduga korupsi lewat OTT. Sepanjang 2026 ini, sudah ada 11 kepala wilayah nan diamankan dalam operasi senyap lembaga antirasuah.
Modus korupsi nan dilakukan para kepala wilayah beragam, mulai dari suap, pemerasan, hingga penerimaan gratifikasi.
Para kepala wilayah nan diproses norma KPK terdiri dari Wali Kota Madiun, Maidi; Bupati Pati, Sudewo; Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq; Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari; Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman; Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Kemudian Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, Edison; Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Suhardiman Amby; Bupati Langkat, Syah Afandin; Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; dan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.
(ryn/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·