KDM Kunjungi Keluarga Satpam yang Ditemukan Tewas Saat Bertugas di Jatiluhur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi rumah Sumarna, petugas keamanan (satpam) nan ditemukan tewas saat bekerja di area Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi menyampaikan belasungkawa kepada family korban sekaligus menyoroti lemahnya sistem keamanan di proyek strategis nasional tersebut.

Saat berbincang dengan family korban, Dedi menggali aktivitas terakhir Sumarna sebelum berangkat bekerja. Dari keterangan sang istri, korban bekerja sebagai petugas keamanan di bawah Yayasan RPP dan bekerja di area Bintang Kencana, dekat area Indorama, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Sumarna menerima penghasilan sekitar Rp 4 juta per bulan dengan status pekerja kontrak.

Istri korban mengaku suaminya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sebelum berangkat bekerja. Namun, dia sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya nan kelelahan setelah menjalani sif malam.

"Keluhannya hanya kelihatannya kayak capek gitu. Berangkatnya juga agak kemaleman," ujar istri korban.

instagram embed

Sebelum berangkat bekerja, lanjutnya, Sumarna juga sempat mengantar anak mereka ke sekolah dan berpesan agar diingatkan menghadiri rapat Perlindungan Masyarakat (Linmas) di desanya. Selain bekerja sebagai satpam, korban juga merupakan personil Linmas.

Dalam kesempatan itu, Dedi turut menanyakan perkembangan penyelidikan kasus kepada abdi negara setempat. Ia mendapat info bahwa hingga sekarang pelaku belum sukses diidentifikasi.

"Berarti sekarang pelakunya belum?" tanya Dedi.

"Belum, belum teridentifikasi siapa," jawab Lurah nan ikut mendampingi Dedi.

Petugas mengevakuasi jasad seorang petugas keamanan (security) nan ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Soroti CCTV di Bendungan Jatiluhur

Dedi kemudian mempertanyakan sistem pengamanan di letak kejadian. Menurut abdi negara setempat, area tersebut belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan penerangannya juga dinilai kurang memadai.

"CCTV enggak ada," ujar Lurah.

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi menyayangkan minimnya akomodasi keamanan di area Bendungan Jatiluhur nan merupakan objek vital nasional.

"Itu kan wilayah vital. Bendungan, tanggul. Di tanggulnya enggak dipasang CCTV? Ya Allah, ya Rabbi," kata Dedi.

Ia menilai pengelola area semestinya memastikan sistem keamanan di wilayah operasionalnya melangkah optimal, termasuk dengan memasang CCTV dan menyediakan penerangan nan memadai.

"PJT masa tidak punya, seluruh ini wilayah strategis, wilayah vital nan menyangkut keamanan Indonesia. Ini lembaga nan menghasilkan listrik," ujar politikus Golkar ini.

Dedi menegaskan pembangunan dan pemeliharaan sistem keamanan di area tersebut merupakan tanggung jawab pengelola. Menurutnya, pemerintah provinsi mempunyai kewenangan terhadap jalan provinsi, sedangkan pengamanan objek vital kudu menjadi perhatian lembaga nan mengelolanya.

Latar Belakang Kasus

Sumarna ditemukan tewas di area Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada 24 Juli 2026. Jasadnya ditemukan mengambang, tetap mengenakan seragam komplit dinas satpam, dengan kedua tangan dalam keadaan terborgol ke belakang.

Sebelum ditemukan tewas, penduduk setempat mendengar dia sempat menegur pelaku vandalisme di Tanggul Kayat nan biasa jadi tempat 'nongkrong'. Di media sosial muncul dugaan pelakunya adalah anak-anak remaja nan tak terima ditegur Sumarna. Namun, polisi tetap terus menyelidiki kasus ini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan