Urban Farming Berbasis IoT dan Energi Surya Buka Peluang Ekonomi Hijau

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Urban Farming Berbasis IoT dan Energi Surya Buka Peluang Ekonomi Hijau Ilustrasi(Dok Istimewa)

Keterbatasan lahan di area perkotaan mendorong kebutuhan terhadap penemuan pertanian nan tidak hanya bisa menghasilkan pangan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Pertanian perkotaan berbasis teknologi menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan lahan terbatas dan mendukung pengembangan ekonomi hijau. Upaya tersebut dikembangkan tim pengajar Universitas Mercu Buana melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Gang Hijau Swakarya, RT 002/RW 004, Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Program berjudul Pemberdayaan Kelompok Tani di Kelurahan Meruya Selatan melalui Sistem Pertanian Urban Pintar untuk Pengembangan Budidaya Hidroponik dan Eco-Enzyme Bernilai Tambah Ekonomi tersebut mendorong masyarakat menggabungkan praktik pertanian perkotaan dengan teknologi ramah lingkungan.

Sekretaris Kelurahan Meruya Selatan Muzzakir Fahmi mengatakan program tersebut memberikan faedah langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mengembangkan potensi ekonomi hijau di lingkungan perkotaan.

"Program pengabdian ini sangat berfaedah dalam mendukung pengembangan ekonomi hijau di wilayah Meruya Selatan. Kami berambisi pengetahuan dan teknologi nan diberikan dapat dimanfaatkan secara berkepanjangan oleh masyarakat," ujarnya.

Menurut Muzzakir, kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi salah satu langkah memperkuat kapabilitas penduduk dalam mengelola potensi lingkungan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Meruya Selatan Vera Oktavia turut menyambut baik program tersebut. Ia berambisi model pemberdayaan berbasis teknologi itu dapat dikembangkan ke wilayah lain sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat.

Ketua tim PKM Universitas Mercu Buana Dr Dian Widi Astuti mengatakan salah satu konsentrasi aktivitas adalah memperkenalkan budidaya hidroponik nan dapat diterapkan pada lahan terbatas.

Selain hidroponik, masyarakat diperkenalkan dengan pemanfaatan panel surya sebagai sumber daya terbarukan untuk mendukung sistem pertanian urban pintar.

"Pemanfaatan teknologi memungkinkan aktivitas pertanian perkotaan dilakukan secara lebih efisien dan memperkenalkan penggunaan daya nan lebih ramah lingkungan," ujar Dian.

Sementara itu, Dr Umaisaroh S ST memberikan materi mengenai penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam proses pembuatan dan pemanfaatan eco-enzyme. Teknologi tersebut dapat membantu proses pengolahan dan pemantauan sehingga pemanfaatan limbah organik dapat dilakukan secara lebih efektif.

Pendekatan tersebut sekaligus menjawab persoalan pengelolaan sampah organik di area perkotaan. Limbah nan sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan diolah menjadi produk nan mempunyai nilai guna dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Antusiasme penduduk terlihat dari beragam pertanyaan mengenai langkah merawat tanaman hidroponik, faedah eco-enzyme, penggunaan panel surya, hingga penerapan IoT dalam aktivitas pertanian.

Hasil program juga mulai terlihat melalui tanaman hidroponik seperti samhong dan pakcoy nan tumbuh subur. Masyarakat juga menghasilkan cairan eco-enzyme nan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan bahan pembersih rumah tangga.

Program tersebut diharapkan bisa mendorong masyarakat mengoptimalkan lahan terbatas, mengurangi limbah organik, serta memanfaatkan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Dian menambahkan aktivitas PKM ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program tersebut mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tahun Anggaran 2026.

"Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat penerapan ekonomi hijau di tingkat komunitas. Gang Hijau Swakarya jadi contoh gimana teknologi, pertanian perkotaan, dan pemberdayaan masyarakat dapat dipadukan untuk menjawab tantangan pangan, lingkungan, dan ekonomi di area perkotaan," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia