Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan tenteram nan dapat mengakhiri perang selama tiga bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump apalagi menyebut proposal tersebut "sebagian besar telah dinegosiasikan".
Kesepakatan itu menjadi sorotan dunia lantaran mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Ini merupakan jalur pelayaran daya paling vital di bumi nan sempat terganggu akibat eskalasi bentrok Iran dengan AS dan Israel sejak Februari lalu.
"Aspek dan perincian akhir dari kesepakatan saat ini sedang dibahas, dan bakal segera diumumkan," tulis Trump melalui media sosial, Sabtu waktu setempat, dikutip Senin (25/5/2026).
Proposal tenteram tersebut dimediasi Pakistan dan disebut menjadi kerangka utama untuk menghentikan pertempuran, mencabut blokade AS terhadap pengiriman Iran, sekaligus membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz. Sejumlah media AS dan Iran melaporkan nota kesepahaman itu juga mencakup pembahasan lanjutan mengenai stok uranium nan diperkaya tinggi milik Iran.
Menurut laporan, negosiasi soal uranium bakal berjalan dalam 30-60 hari ke depan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi sinyal pengumuman lebih besar bisa muncul dalam waktu dekat.
Respons Iran
Sementara itu, sumber senior Iran kepada Reuters mengatakan kesepakatan tenteram tersebut tetap kudu mendapat restu Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelum diteruskan kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei untuk persetujuan final. Meski demikian, tanda-tanda kompromi mulai terlihat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan arah pembicaraan pekan ini menunjukkan penurunan tensi. "Tren minggu ini mengarah pada pengurangan perselisihan, tetapi tetap ada rumor nan perlu dibahas melalui mediator," kata Baghaei, seperti dikutip Reuters, Senin.
Iran menegaskan rumor penghentian blokade AS terhadap pengiriman peralatan Iran menjadi salah satu poin penting. Namun Teheran juga menuntut agunan agar tidak ada lagi ancaman serangan baru dari AS.
Di sisi lain, instansi buletin Iran Tasnim melaporkan tetap ada perbedaan pada satu alias dua klausul dalam proposal tersebut. Iran memperingatkan tidak bakal ada kesepakatan final jika Washington tetap menciptakan halangan baru.
Nuklir nan Penting di Proposal Damai
Media AS Axios melaporkan draf proposal mencakup komitmen Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir. Sebagai gantinya, AS disebut bakal melonggarkan sebagian hukuman minyak dan membuka kembali akses pelabuhan Iran.
Trump berulang kali menyebut tujuan utama serangan AS terhadap Iran adalah mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Namun Iran terus membantah tuduhan tersebut dan menegaskan program nuklirnya bermaksud sipil.
Meski angan tenteram meningkat, akibat perang terhadap ekonomi dunia belum bakal lenyap dalam waktu dekat.Mengacu info Refinitiv pada pukul 09.40 WIB, nilai Brent perjanjian Juli (LCOc1) berada di level US$ 98,97 per barel. Posisi ini ambruk dibanding penutupan Jumat pekan lampau di US$ 103,54 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI/CLc1) tercatat di US$ 96,6 per barel.
(tfa/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·