Update Terbaru Perang Suku di Wamena yang Tewaskan 13 Orang

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Perang antarsuku terjadi di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Peristiwa ini menelan korban jiwa hingga 13 orang dan19 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Selain itu, bentrok antarsuku itu juga menyebabkan 789 penduduk kudu mengungsi. Dari jumlah itu, ada 298 anak-anak dan 122 lansia.

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah info terbaru mengenai perang antarsuku di Wamena itu, sebagai berikut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dipicu kecelakaan personil DPRD

Polda Papua menyebut perang antarsuku nan terjadi di Wamena itu dipicu kasus kecelakaan personil DPRD Lanny Jaya pada 2024 silam.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan saat itu penyelesaian denda budaya buntut kecelakaan tak bisa diselesaikan.

"Kalau ada perihal seperti itu biasanya Pemda turun tangan untuk menanggulangi, apalagi ini korbannya personil DPRD kabupaten. Pada saat itu tidak ada penyelesaian lantaran memang waktu itu (kecelakaan) terjadi pemerintahan ini semuanya pejabatnya Pj, kan enggak bisa mengeluarkan anggaran untuk itu, jadi enggak terbayarlah, enggak sesuai lah ininya nan dirugikan," kata Cahyo saat dihubungi, Senin (18/5).

Cahyo menyebut bentrok nan melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), ini mulanya terjadi dalam ekskalasi kecil. Namun, sekarang bentrok itu jadi meluas.

"Terjadilah perang suku mulai saat itu. Biasanya hanya kecil-kecil, kecil-kecil begitu, sampai puncaknya ini, seperti itu," ujarnya.

Wamendagri turun tangan

Disampaikan Cahyo, pemerintah pusat pun telah turun tangan untuk menyelesaikan bentrok dengan mengutus Wamendagri Ribka Haluk

Ribka juga datang dalam perbincangan untuk menyelesaikan bentrok nan digelar pada Minggu (17/5) lalu.

Selain Ribka, aktivitas itu juga dihadiri Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Roby Suryadi, LO Polda Papua Pegunungan Kombes Andi Yoseph Enoch, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D. Tamaela serta sejumlah pejabat wilayah dan tokoh masyarakat.

Cahyo menyebut dalam perbincangan itu Gubernur Papua Pegunungan menyampaikan belasungkawa kepada family korban serta membujuk seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Pemerintah wilayah juga mengimbau masyarakat Lanny Jaya nan berada di Wamena agar dapat kembali ke wilayah asalnya guna mencegah meluasnya bentrok sosial.

"Sementara itu, perwakilan masyarakat menyampaikan angan agar penyelesaian bentrok dilakukan melalui sistem budaya sebagai langkah utama menciptakan perdamaian antara kedua belah pihak," tutur Cahyo.

"Selain itu, masyarakat juga meminta adanya agunan keamanan dari abdi negara selama proses perjalanan kembali ke Lanny Jaya," sambungnya

Klaim situasi kondusif

Polda Papua menyatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Wamena, berangsur kondusif pasca perbincangan tersebut.

Disampaikan Cahyo, untuk menjaga stabilitas keamanan, abdi negara campuran Polres Jayawijaya dan Sat Brimob Polda Papua tetap disiagakan di tujuh titik strategis di wilayah Kota Wamena.

"Situasi di Wamena saat ini berangsur-angsur kondusif. Masyarakat sudah mulai kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa, baik aktivitas peribadatan, perkantoran maupun aktivitas pendidikan," kata Cahyo dalam keterangannya, Senin (18/5).

Cahyo mengatakan abdi negara keamanan memastikan bakal terus melakukan pengamanan dan pengawalan guna menjamin situasi tetap kondusif dan terkendali.

Selain melakukan pengamanan di sejumlah titik, abdi negara campuran juga terus melaksanakan patroli dan penjagaan terbatas pada lokasi-lokasi tertentu sebagai corak kesiapsiagaan.

Polda Papua turut mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh info nan belum tentu betul serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas nan kondusif dan tenteram di Papua Pegunungan.

Gubernur Papua lapor polisi

Di sisi lain, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo membikin laporan polisi mengenai kasus pencemaran nama baik buntut tudingan nan menyebut dirinya telah memperkeruh suasana dan terjadinya bentrok perang antarsuku di Wamena.

"Saya datang ini untuk melaporkan voice alias bunyi nan beredar di medsos maupun grup-grup WA kemarin sore hingga pagi ini, di mana ada seorang tokoh nan menuduh saya memperkeruh suasana dan terjadinya bentrok perang antarsuku di Wamena," katanya di Wamena,.

Kata dia, kedatangannya ke Mapolres Jayawijaya sekaligus untuk membuktikan apakah perkataan oknum itu dalam bunyi nan beredar di medsos itu betul alias salah dan kudu bertanggung jawab atas apa nan disampaikan.

"Karena menyampaikan segala sesuatu di medsos itu ada aturannya dan hukumnya. Maka sebagai penduduk negara nan baik maka saya menempuh jalur norma agar adanya asas keadilan norma setiap penduduk negara Indonesia," ujarnya.

Dia menegaskan laporan polisi ini juga untuk memberikan pelajaran norma kepada seluruh masyarakat di mana saja berada khususnya di Papua Pegunungan untuk tidak bicara sembarangan di medsos.

Dia pun meminta agar Polres Jayawijaya menindaklanjuti laporan polisi nan telah dibuat itu dan segera mengungkap tokoh nan memberikan pesan bunyi di medsos tersebut dalam waktu satu minggu.

(dis/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional