Update Terbaru Perang AS-Iran Melebar, 4 Kota Saudi Dibombardir Houthi

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas dan meluas ke area Teluk. Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menyerang empat kota di Arab Saudi, sementara militer AS menghantam sejumlah kapal tanker minyak Iran.

Houthi, golongan nan didukung Iran, menyatakan melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah sasaran di Arab Saudi. Serangan menyasar pangkalan udara di Kota Khamis Mushait serta aset perusahaan minyak negara Saudi di tiga kota Abha, Najran dan Jazan, menewaskan akomodasi minyak dan melukai 73 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Otoritas Saudi melaporkan kebakaran terjadi di sejumlah letak nan diserang. Citra satelit NASA juga memperlihatkan kepulan asap hitam di atas kilang minyak Jazan serta asap putih dari pusat pengedaran minyak di Abha, menandakan akibat serangan cukup signifikan.

Di saat nan sama, AS menyatakan telah menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran. Komando Pusat AS mengatakan empat kapal dihantam di Teluk Oman dan satu lainnya di dekat Pulau Kharg setelah kapal-kapal tersebut dikaitkan dengan jaringan nan mendanai Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Iran terus berupaya menyerang kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan alias mencoba melakukan perihal itu, mereka bakal kehilangan kapal tanker," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Kolombia, seperti dikutip Reuters, Rabu (9/9/2026).

Iran kemudian membalas dengan menyatakan meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di dekat Al Azraq, Yordania timur. Klaim tersebut belum segera mendapatkan konfirmasi dari pemerintah Yordania maupun militer AS. Ketegangan juga meningkat setelah Iran menakut-nakuti menargetkan kapal tanker minyak di pelabuhan Kuwait dan Bahrain.

Komando Pusat AS menyebut kapal-kapal tanker nan dihancurkan sebelumnya telah diperintahkan untuk mengevakuasi awak sebelum serangan dilakukan.

"Pasukan Amerika memerintahkan awak kapal untuk meninggalkan kapal sebelum kapal-kapal itu dihantam dan dibuat tidak dapat beraksi lagi," kata pernyataan tersebut.

Rangkaian serangan itu terjadi setelah nilai minyak Brent melonjak ke level tertinggi sejak 23 Juli, meski tetap memperkuat di bawah US$100 per barel. Perluasan serangan hingga Arab Saudi dan ancaman terhadap jalur pelayaran membikin perang semakin berisiko mengganggu pasokan energi, sementara Washington juga memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran melalui hukuman baru terhadap sektor penerbangan dan upaya membatasi ekspor minyak Teheran.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News