Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.297 titik panas hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Indonesia. Sebarannya mencakup sejumlah wilayah, terutama Sumatera, Kalimantan, serta Papua dan Maluku, di tengah kondisi lahan nan semakin kering.
Pantauan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan pada Jumat (16/10/2026) pukul 14.00 WIB mencatat, ada 95 titik panas dalam periode 12 jam nan terlihat menggunakan satelit Terra/Aqua. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, ialah 50 titik.
Kalimantan Tengah menyusul dengan 15 titik panas, diikuti Jawa Timur sebanyak 13 titik dan Kalimantan Barat 12 titik. Sementara itu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung, masing-masing mencatat di bawah 5 titik.
Di tingkat kabupaten, sebaran terbanyak berada di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dengan 43 titik panas. Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat menyusul dengan 12 titik, sedangkan Kabupaten Seruyan di Kalimantan Tengah mencatat 9 titik.
Meski sama-sama mencatat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, info BMKG dan SiPongi dapat menunjukkan jumlah nan berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan waktu akuisisi dan pembaruan data, cakupan satelit nan digunakan, serta metode pengolahan masing-masing.
Selain itu, titik panas merupakan indikasi anomali suhu nan terdeteksi satelit, bukan konfirmasi bahwa setiap titik merupakan kebakaran. Temuan tersebut tetap memerlukan pemeriksaan alias verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi di lapangan.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·