Update Operasi SAR Pencarian Rombongan Jurnalis Peliput Anak Krakatau

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Basarnas kembali melanjutkan pencarian rombongan wartawan beserta awak kapal sigap namalain speedboat yang lenyap kontak di Selat Sunda saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/9) pagi.

"Basarnas beserta unsur di lapangan bakal mengoptimalkan seluruh kekuatan nan ada. Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat melangkah dengan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/9).

Edy mengatakan operasi pencarian pada Kamis pagi ini menerapkan strategi nan difokuskan ke sisi utara area Gunung Anak Krakatau nan tetap menyesuaikan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya speedboat nan membawa lima wartawan foto dan video beragam media massa itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pelayarannya, salah satu wartawan sempat mengirimkan titik letak terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Speed boat tersebut total membawa lima wartawan dan tiga awak kapal dikabarkan lenyap kontak di Perairan Selat Sunda. Lima wartawan tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (pewarta lepas/freelance).

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah pembaruan terbaru mengenai proses pencarian tersebut, sebagai berikut:

Area pencarian diperluas

Pada hari kedua pencarian alias Rabu kemarin, tim SAR campuran membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area.

"Dalam penyelenggaraan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat SRU untuk memperluas cakupan area pencarian," kata Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto dalam keterangannya kemarin.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian alias spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM. Lalu, SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, nan menjadi salah satu area pencarian berasas hasil pertimbangan operasi sebelumnya.

Operasi SAR hari kedua ini juga melibatkan sejumlah unsur SAR dan support beragam sarana serta peralatan untuk membantu proses pencarian.

Tim SAR dan Polda Lampung ikut terjun

Tim Basarnas Lampung ikut turun membantu pencarian keliima wartawan tersebut. Mereka berangkat dari wilayahnya, menyusuri jalur dan pulau-pulau mini menuju Gunung Anak Krakatau.

"Untuk pencarian kita perluas, lantaran hasil Map SAR kita itu mengarah ke barat daya dari Gunung Anak Krakatau, sehingga untuk total luas pencarian kita 271 nautical mill (NM)," ucap Rizky.

Selain itu, Polda Lampung juga ikut mengerahkan kapal patroli untuk membantu proses pencarian. Pengerahan kapal tersebut untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik nan diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat.

"Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi," kata Direktur Polisi Air dan Udara Polda Lampung, Kombes Erick Sartani Marbun dalam keterangan tertulis.

Bantuan 3 kapal perang

Unsur SAR gabungan bukan hanya dari Basarnas, kepolisian, dan relawan. TNI Angkatan Laut (AL) pun turut mengerahkan tiga kapal perang untuk membantu pencarian lima wartawan serta tiga awak kapal speedboat tersebut.

Adapun kapal nan dikerahkan ialah Kapal Republik Indonesia (KRI) Leuser-924, Kapal Republik Indonesia (KRI) Kerambit-627, dan Kapal Republik Indonesia (KRI) Lepu-861.

"Dalam upaya pencarian tersebut, unsur Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten juga mengerahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I.3-64 dan Rigid Hulled Inflatable-Boat (RHIB) Peucang untuk melaksanakan penyisiran di sejumlah sektor perairan nan diduga menjadi letak terakhir keberadaan wartawan tersebut," kata TNI AL dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, TNI AL (Lanal) Lampung juga menyediakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Siaga guna dukung penyisiran area hilangnya korban juga sekaligus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pengerahan kapal-kapal ini diharapkan bisa memperkuat operasi pencarian serta memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda.

Gunung Anak Krakatau tetap erupsi

Di tengah proses pencarian, Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau kembali erupsi dengan mengeluarkan material abu vulkanik nan cukup tebal.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan erupsi terjadi saat tim Search and Rescue Unit (SRU) 1 sedang melakukan proses pencarian menggunakan KN SAR Tetuka 247 sekitar pukul 13.31 WIB.

Al Amrad menegaskan proses pencarian lima wartawan tersebut tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan personel. Pencarian terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

"Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu nan cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan aspek keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian bakal terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan," kata Al Amrad dalam keterangan tertulis.

Pencarian ke Pulau Sertung

Istri dari Bagus Khoirunnas pewarta foto Antara, Desi, mengaku sempat mendapat info bahwa rombongan suaminya berencana ke Pulau Sertung. Oleh lantaran itu, dia  meminta tim SAR melakukan pencarian di Pulau Sertung.

Sebagai informasi, Pulau Sertung terletak di sebelah barat Pulau Anak Krakatau. Pulau ini termasuk ke dalam perairan Selat Sunda.

"Saya dapat info dari nan mengarahkan dia, untuk nan mengasih info bahwa adanya kapal nan bisa menyeberang, itu kan dia nanya 'bisa enggak berakhir di Sertung, turun di Sertung bisa enggak'. Saya dari info itu sih nan feeling saya nan kudu dicari itu ya ke Sertung itu," ujar Desi di Pandeglang kemarin.

Terkait perihal ini, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebut bakal mempertimbangkan info tersebut lantaran lokasinya nan dekat dengan titik erupsi. Sebab, kata Al Amrad, tim SAR juga perlu memerhatikan keamanan.

"Kami tidak berani juga terlalu merapat ke situ dan lantaran info dari rekan kami di lapangan menyatakan bahwa memang pada saat itu tetap erupsi. Nah, dan itu kan sudah ada memang peringatan nan tidak bisa kita ini, Pak. Paling tidak safety juga nan kudu kita pikirkan jadi seperti itu," ujarnya.

Pencarian via udara belum bisa dilakukan

Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pencarian melalui udara hingga Rabu kemarin belum dapat dilakukan lantatan cuaca kurang mendukung.

"Tim SAR Banten sampaikan bahwa kondisi hari ini belum memungkinkan untuk menggunakan akomodasi dari udara, namun sudah dicoba menggunakan drone," kata dia di Pandeglang kemarin.

Andra mengatakan proses pencarian juga terkendala angin kencang. Oleh lantaran itu, proses pencarian bakal dimaksimalkan pada Kamis pagi ini.

(dis/kid)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional