KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Ilustrasi KRL. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

KAI Commuter menambah 13 perjalanan Commuter Line lintas Bogor mulai Kamis (10/9). Penambahan ini dilakukan usai sebelumnya perjalanan Commuter Line Bogor dikurangi 17 perjalanan sejak Senin (7/9) imbas perawatan sarana KRL.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan penambahan perjalanan tersebut merupakan hasil pertimbangan terhadap pola operasi Commuter Line Bogor, khususnya kepadatan pengguna nan terjadi setelah adanya penyesuaian jadwal.

"Langkah ini diambil dengan melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line di seluruh lintas jasa untuk mengoptimalkan jumlah agenda perjalanan," kata Karina dalam keterangannya, Kamis (10/9).

KAI Commuter melakukan rekayasa pola peredaran rangkaian sarana Commuter Line dengan mengoperasikan rangkaian dari lintas Tanjung Priok untuk melayani perjalanan di lintas Bogor.

“Dengan pengoperasian rangkaian ini, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor bakal bertambah sebanyak 13 perjalanan,” ujarnya.

Dengan tambahan tersebut, total perjalanan Commuter Line Jabodetabek bertambah menjadi 1.061 perjalanan dari nan sebelumnya hanya 1.048 perjalanan.

“Jadi mulai Kamis, (10/9) perjalanan Commuter Line Bogor ditambahkan kembali sebanyak 13 perjalanan. Dari total perjalanan Commuter Line Jabodetabek menjadi 1.061 perjalanan. Sebelumnya hanya 1.048 perjalanan pada tanggal 7 - 9 September,” ucap Karina.

Sejumlah penumpang KRL Commuter Line Bogor menunggu datangnya kereta di Stasiun Depok, Selasa (8/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sementara itu, pengoperasian rangkaian dari lintas Tanjung Priok untuk melayani perjalanan di lintas Bogor membikin jasa Commuter Line Tanjung Priok alias Pink Line sementara menggunakan sarana Commuter Line Basoetta.

KAI Commuter memastikan penggunaan rangkaian tersebut tidak mengubah jasa maupun tarif perjalanan. Jadwal perjalanan Commuter Line Tanjung Priok juga tetap diberlakukan seperti jasa saat menggunakan rangkaian KRL.

Namun, penggunaan rangkaian Commuter Line Basoetta untuk sementara melayani lintas Tanjung Priok membikin agenda perjalanan Commuter Line Basoetta turut disesuaikan.

Karina mengatakan jumlah perjalanan Commuter Line Basoetta mulai Kamis (10/9) dikurangi dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan.

“Mulai Kamis 10 September 2026 agenda jasa perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan,” tambah Karina.

KAI Commuter mengimbau pengguna Commuter Line Basoetta untuk menyesuaikan kembali agenda perjalanannya. Bagi pengguna nan telah mempunyai tiket pada perjalanan nan terdampak penyesuaian jadwal, tiket dapat digunakan pada agenda sebelum alias sesudah agenda pemberangkatannya.

Selain itu, pengguna dapat melakukan refund tiket 100 persen melalui loket di stasiun-stasiun Commuter Line Basoetta.

KAI Commuter menyebut penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari pertimbangan operasional akibat perawatan sarana KRL. Langkah itu dilakukan untuk mengoptimalkan jumlah perjalanan Commuter Line setiap harinya.

“Tentunya KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nan timbul pada penyesuaian sementara jasa perjalanan Commuter Line pada lintas pelayanan nan terdampak,” tutup Karina.

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line rute Bogor-Jakarta Kota melintas di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (8/9/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Sebelumnya, KAI Commuter melakukan penyesuaian terhadap 17 perjalanan Commuter Line Jabodetabek sejak Senin (7/9). Penyesuaian dilakukan lantaran sejumlah rangkaian gerbong KRL tengah menjalani perawatan secara intensif.

Penyesuaian ini dilakukan tak lama setelah kejadian KRL CLI 225-4001 (jalur red line Bogor-Jakarta Kota) ambruk dua kali pada Jumat (4/9).

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda bilang penyesuaian agenda dilakukan dengan menyesuaikan jumlah sarana nan dapat dioperasikan. Penyesuaian tersebut berkarakter sementara dan dilakukan pada perjalanan pagi, sore, hingga malam hari.

"Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL nan ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan," kata Karina dalam keterangan nan diterima kumparan pada Selasa (8/9).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan