Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |17:13 WIB

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan.
JAKARTA - Jumlah korban meninggal bumi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Menurut info Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat 83 orang meninggal dunia.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal bumi bertambah delapan orang dibandingkan info sebelumnya nan mencatat 75 orang.
“Pada hari ini pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah nan meninggal menjadi 83 jiwa, nan semula kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah 8 jiwa,” kata Berton saat konvensi pers, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, delapan korban tambahan tersebut meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa. Rinciannya, dua orang meninggal di Kabupaten Manggarai, dua orang di Kabupaten Manggarai Timur, tiga orang di Kabupaten Nagekeo, dan satu orang di Kabupaten Ngada.
“Yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa, di mana di Kabupaten Manggarai ada 2, Kabupaten Manggarai Timur ada 2, Kabupaten Nagekeo ada 3, dan Kabupaten Ngada ada 1,” ujarnya.
Selain korban meninggal, jumlah penduduk nan mengalami luka-luka juga meningkat menjadi 986 orang. Angka tersebut bertambah 79 orang dibandingkan info sebelumnya sebanyak 907 orang.
“Sedangkan jumlah nan luka ada sebanyak 986 jiwa, nan semula kami laporkan 907 jiwa, bertambah sebanyak 79 jiwa,” kata Berton.
Sementara itu, jumlah penduduk nan mengungsi juga mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 92.735 orang, sekarang mencapai 110.785 orang. “Sedangkan nan mengungsi hari ini bertambah lagi, nan semula kami sampaikan 92.735 jiwa kemarin, hari ini bertambah menjadi 110.785 jiwa,” ujarnya.
Di sisi lain, info terbaru mencatat sebanyak 44.946 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Rinciannya, 17.176 unit rumah rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·