Aksi perusakan rumah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Uye Waryo di Kampung Arcamanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, rupanya sudah kerap membikin resah penduduk sekitar.
Kiai Uye mengatakan, pelaku berjulukan Rony itu apalagi sudah membikin ibu-ibu hingga anak-anak tak bisa tidur malam hari lantaran bunyi motornya nan bising.
"Sampai hari ini masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu, jika mendengar bunyi motor, apalagi ada nan bicara keras-keras, sampai hari ini enggak bisa tidur," kata Uye saat ditemui di kediamannya, Jumat (21/8).
Menurutnya, rasa takut tersebut apalagi membikin sejumlah family memilih tidak tidur di rumah masing-masing. Beberapa family disebut memilih menginap di rumah orang tua alias berkumpul dengan family lainnya.
"Sampai hari ini tetap ada beberapa family nan jika malam tetap nginap di orang tua, alias tiga family jadi satu (berkumpul)," ujarnya.
Uye menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan nan melibatkan pelaku telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menyebut tindakan tersebut juga bukan hanya terjadi dalam momentum tertentu.
"Pelaku itu nan sekarang sudah diamankan, di mata masyarakat itu seorang pemuda nan selalu melakukan onar, meresahkan. Jangankan event-event seperti ini, di event-event acara di tetangga juga," tutur Uye.
Karena itu, Uye berambisi proses norma terhadap pelaku dapat melangkah sesuai aturan. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada kepolisian.
"Saya hanya menyalurkan aja, ada enggak orang melakukan seperti ini patokan hukumnya. Kalau ada, ya silakan proses hukum. Kalau enggak ada, ya enggak apa-apa," katanya.
Ia menegaskan tidak mau mengambil tindakan sendiri terhadap pelaku. Bahkan saat tindakan perusakan terjadi, Uye justru berupaya menahan penduduk agar tidak melakukan perlawanan.
"Saya sampai nahan anak-anak, nahan tetangga, nahan semua jangan sampai terpancing melakukan di luar hukum. Nantinya dibilang bertindak main pengadil sendiri, lantaran ada aparat, ada polisi, mungkin jadi kita nan salah," ujar Uye.
Ia mengatakan kerugian materi akibat perusakan tersebut bukan menjadi persoalan utama baginya. Uye lebih menyoroti tindakan pelaku nan terjadi setelah sebelumnya penduduk berupaya menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
"Secara materi itu tidak seberapa, tapi kita sehari sampai malam berbincang dengan mendamaikan mereka, hasil perdamaian sudah dibuat tapi mereka melakukan nan lain," katanya.
35 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·