Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 telah terdeteksi masuk ke daratan di beberapa titik wilayah pemantauan pada Senin pagi, 8 Juni 2026.
Berdasarkan info pemutakhiran resmi nan dikeluarkan oleh BMKG, gelombang tsunami pertama kali terdeteksi mendarat di area Kedi, Maluku Utara. Instrumen pencatat BMKG merekam kehadiran gelombang di wilayah tersebut pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian permukaan air laut mencapai 0,09 meter.
Selang beberapa menit kemudian, gelombang tsunami berikutnya terdeteksi di dua wilayah pengetatan nan berada di Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi tersebut berada di Ulu Siau nan tercatat pada pukul 07.27 WIB dengan ketinggian gelombang mencapai 0,18 meter.
Pada waktu nan bersamaan, ialah pukul 07.27 WIB, perangkat penemuan BMKG juga mencatat kehadiran gelombang tsunami di area Melonguane, Sulawesi Utara.
Ketinggian gelombang tsunami di wilayah Melonguane dilaporkan menjadi nan tertinggi sejauh ini, ialah mencapai 0,19 meter.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·