loading...
Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia. FOTO/ Viet
BEIJING - Selama beberapa dekade, pertempuran antara manusia dan virus telah menyerupai pengejaran tanpa akhir. Virus terus bermutasi. Vaksin kudu terus diperbarui agar tetap relevan.
Influenza musiman adalah contoh nan paling jelas. Setiap tahun, para intelektual kudu memprediksi jenis virus mana nan bakal dominan agar dapat mengembangkan vaksin nan sesuai. Dengan Covid-19, bumi juga telah menyaksikan banyak pembaruan vaksin lantaran jenis baru terus bermunculan sejak tahun 2021.
Namun gimana jika manusia tidak lagi kudu mengejar virus? Para peneliti di Universitas Cambridge beranggapan bahwa kepintaran buatan (AI) dapat sepenuhnya mengubah pendekatan tersebut. Baru-baru ini, tim peneliti menerbitkan hasil uji coba pertama pada manusia untuk vaksin nan komponen intinya dirancang sepenuhnya menggunakan AI.
Ini dianggap sebagai tonggak krusial tidak hanya bagi industri vaksin tetapi juga bagi penerapan AI dalam pengetahuan biomedis.
Yang membedakan penelitian ini adalah tujuannya bukan untuk menciptakan vaksin baru melawan Covid-19. Ambisi tim peneliti jauh lebih besar.
Alih-alih berfokus pada strain virus tertentu, para intelektual mau menciptakan vaksin nan dapat melindungi terhadap seluruh family virus. Dalam perihal ini, golongan virus nan ditargetkan adalah sarbecovirus, nan meliputi virus penyebab SARS, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, dan banyak virus corona lainnya nan ada pada hewan.
Ini juga merupakan golongan virus nan dikhawatirkan para intelektual dapat menciptakan pandemi baru di masa depan jika terjadi penularan dari hewan ke manusia.
Ketika ragam nan cukup banyak terakumulasi, sistem kekebalan tubuh, nan telah dilatih oleh vaksin-vaksin lama, bakal kurang efektif dalam mengenalinya. Itulah kenapa vaksin tradisional seringkali perlu diperbarui secara berkala. AI diharapkan dapat membantu mengatasi kelemahan bawaan ini.
Tim peneliti menggunakan AI untuk menganalisis info genetik dari ribuan virus nan terkait. Tujuannya adalah untuk menemukan ciri-ciri umum nan paling stabil, ialah ciri-ciri nan nyaris tidak berubah selama proses evolusi.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·