Unsoed Soal Mahasiswa Dianiaya-Disekap Rekannya: Pelaku Kekerasan Seksual

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, berinisial D menjadi korban penganiayaan dan penyekapan sesama mahasiswa. Ternyata korban diduga merupakan pelaku kekerasan seksual.

Juru Bicara Unsoed Dian Bestari Santi Rahayu membenarkan adanya dugaan penganiayaan nan menimpa D. Termasuk dugaan adanya kekerasan seksual nan dilakukan D.

"Adalah betul terjadi dugaan penganiayaan terhadap mahasiswa D dari pengakuan D dan orang tuanya. Penganiayaan ini diduga dilatarbelakangi oleh kasus kekerasan seksual (KS) oleh D berasas laporan korban kepada Satgas PPK," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4).

Ia menyebut, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Jenderal Soedirman sudah menerima kejuaraan dari dua korban kekerasan seksual nan dilakukan D.

"Satgas PPK baru menerima laporan dari dua orang mahasiswi nan diduga menjadi korban KS oleh D," jelas dia.

Namun dia menyayangkan kasus dugaan KS dan dugaan penganiayaan tidak segera dilaporkan ke Satgas PPK. Hingga saat ini D juga melaporkan penganiayaan nan menimpa dirinya.

"Tidak betul adanya dugaan intimidasi oleh pejabat kampus terhadap D. Pihak kampus mempersilakan nan berkepentingan untuk melaporkan kejadian ke Satgas PPK," tegas dia.

Ia menegaskan, kampus tidak mentolerir segala corak kekerasan dalam corak apa pun. Untuk itu, dia meminta semua korban alias saksi diharapkan segera melapor kepada Satgas PPK sebagai pihak nan berkuasa menangani kasus kekerasan.

"Selain melalui Satgas PPK, Unsoed juga menyediakan jasa pembelaan dan support norma bagi seluruh sivitas akademika dalam beragam masalah hukum," kata Dian.

Terkait kasus penganiayaan nan dialami D, Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Ardi Kurniawan mengatakan family D sudah melaporkan kasus tersebut.

"Sudah kami terima laporannya hari Senin tanggal 22 April 2026," ucap Ardi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan