Unpatti Gandeng Konsultan Kembangkan Pusat Unggulan Pembangunan Rendah Karbon di Maluku

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, AMBON, – Universitas Pattimura (Unpatti) menggandeng perusahaan konsultan lingkungan untuk mengembangkan studi pembangunan rendah karbon di Maluku. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembentukan Center of Excellence (CoE) nan bakal berfaedah sebagai pusat data, kajian, dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy, di Ambon, Kamis, menyatakan bahwa pembentukan pusat unggulan ini diharapkan dapat memperkuat support akademik terhadap perencanaan pembangunan wilayah nan berorientasi pada pengurangan emisi dan ketahanan iklim. "Kami berambisi persoalan nan ada di lingkungan sekitar dapat diatasi, sehingga ini menjadi bentuk nyata dalam membangun kerjasama bersama," katanya.

Menurut Fredy, keterlibatan perguruan tinggi sangat krusial untuk memastikan kebijakan pembangunan wilayah didukung oleh info dan kajian ilmiah nan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menjelaskan, Unpatti mempunyai 21 pusat kajian nan dapat dilibatkan dalam penelitian maupun penyediaan info untuk mendukung program pembangunan rendah karbon di Maluku.

Pusat Data dan Informasi untuk Kebijakan Berkelanjutan

Pembentukan CoE tersebut dibahas dalam pertemuan antara ketua Unpatti dan tim pengembangan program pembangunan rendah karbon. Dalam pertemuan itu, dibahas rencana pengembangan pusat info dan info nan dapat dimanfaatkan pemerintah wilayah dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Koordinator Low Carbon Development Initiative (LCDI) Wilayah Maluku, Nita Yohana, mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir pihaknya berbareng PT Hatfield Indonesia telah terlibat dalam penyusunan arsip Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Maluku. Proses ini melibatkan akademisi, pemerintah, dan beragam pemangku kepentingan.

Menurut Nita, keberadaan CoE diperlukan untuk memperkuat kapabilitas lokal dalam mengelola data, informasi, dan pengetahuan mengenai pembangunan rendah karbon. "Pada tahun 2026-2027, kami memandang krusial adanya peningkatan kapabilitas lokal di provinsi ini. Karena itu, Center of Excellence menjadi salah satu instrumen strategis nan di dalamnya terdapat pusat data, pusat informasi, serta beragam sumber pengetahuan nan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di Provinsi Maluku," jelasnya.

Wadah Pengembangan SDM dan Ketahanan Iklim

Pusat unggulan tersebut nantinya bakal menjadi rujukan bagi organisasi perangkat wilayah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memperoleh info dan hasil kajian nan dibutuhkan dalam proses perencanaan pembangunan. Selain mendukung penyusunan kebijakan, CoE juga dirancang sebagai wadah pengembangan kapabilitas sumber daya manusia melalui pelatihan, riset, dan diseminasi info mengenai pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim.

Pembentukan pusat unggulan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan Maluku sebagai wilayah kepulauan nan rentan terhadap akibat perubahan iklim. Inisiatif ini sekaligus menjawab kebutuhan bakal arah pembangunan nan bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional