Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengalami kerugian hingga Rp 35 juta akibat pencurian 13 bilah demung gamelan. Pelaku diduga juga bertindak di UGM dan kampus lain.
Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Unnes Muhammad Burhanuddin mengatakan, peristiwa pencurian itu diduga terjadi pada Jumat (17/4) lalu. Gamelan itu tersimpan di Gedung B7 nan digunakan sebagai sarana pembelajaran mahasiswa, khususnya bidang seni musik dan seni tari.
"Pada hari Jumat itu perkuliahan melangkah seperti biasa. Ruangan juga dipakai untuk beragam mata kuliah, tidak hanya musik tradisional, tapi juga kelas lain seperti gitar. Namun kehilangan baru disadari pada Senin (20/1) kemarin," ujar Burhan, Rabu (22/4).
Mengetahui perihal tersebut, pihak kampus langsung melakukan pengecekan melalui rekaman CCTV. Pelaku diduga masuk ke Gedung B7 sekitar pukul 12.20 WIB dan keluar sekitar pukul 12.40 WIB.
"Pelaku terlihat masuk ke laboratorium seni musik dan tari, tempat gamelan disimpan. Bahkan, pelaku juga diduga sempat masuk ke Gedung P8," jelas dia.
Burhan menduga pelaku merupakan orang nan sama nan mencuri bilah demung di kampus UGM dan kampus lainnya.
"Ada kemiripan dengan kasus pencurian perangkat musik tradisional di Yogyakarta dan Solo. Karena ada laporan dari ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta dan Solo juga UGM jika ada kehilangan," ungkap Burhan.
Ia menyebut, 13 bilah demung gamelan nan lenyap itu berbobot sekitar Rp 35 juta lantaran dibuat dari perunggu nan berkualitas. Satu bilah demung mempunyai berat 2,5 sampai 3 kilogram.
"Kalau kerugian itu bisa sampai Rp 35-an juta, lantaran satu bilah harganya sampai Rp 3 juta. Itu kami pesan nan sangat bagus," sebut dia.
Kasus pencurian ini telah dilaporkan ke abdi negara kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Ia berambisi pelaku segera ditangkap.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Saat ini juga sudah dilakukan olah TKP dan penelusuran CCTV," kata Burhan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·