UNICEF: 60.000 Anak di Gaza Kehilangan Orangtua akibat Perang

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 60.000 Anak di Gaza Kehilangan Orangtua akibat Perang Anak-anak di Jalur Gaza, Palestina.(Dok. ANTARA/Anadolu/py)

DANA Anak-anak PBB (UNICEF) mengungkapkan info memprihatinkan mengenai akibat bentrok berkepanjangan di Jalur Gaza. Lebih dari 60.000 anak di wilayah tersebut dilaporkan telah kehilangan salah satu alias kedua orangtua mereka sejak awal perang hingga periode gencatan senjata saat ini.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (20/10/2026), UNICEF menyebut bahwa puluhan ribu anak tersebut menjadi saksi mata atas kematian orangtua mereka. Situasi ini memperburuk trauma psikologis dan kondisi sosial anak-anak di tengah krisis kemanusiaan nan tetap kritis.

“Diperkirakan 60.000 anak di Gaza telah menyaksikan salah satu alias kedua orangtua mereka tewas selama perang, alias sejak gencatan senjata diberlakukan,” tulis pernyataan resmi UNICEF.

Kondisi Pengungsi dan Korban Anak

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober 2025, kekerasan belum sepenuhnya berhenti. UNICEF mencatat lebih dari setahun sejak pengumuman tersebut, tetap terdapat lebih dari 340 anak nan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Selain jatuhnya korban jiwa, masalah pengungsian menjadi beban berat bagi generasi muda di Gaza. Saat ini, sekitar 800.000 anak tetap berada di pengungsian. Mayoritas dari mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat alias gedung nan telah rusak parah akibat pengeboman.

Desakan Kepatuhan Hukum Internasional

UNICEF menilai kebutuhan kemanusiaan di Gaza tetap sangat besar, namun upaya support terkendala oleh biaya nan tidak mencukupi. Organisasi ini mendesak pihak-pihak nan berkonflik untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan gencatan senjata dan menaati Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Selain itu, UNICEF menekankan pentingnya pemenuhan tanggungjawab berasas norma humaniter internasional untuk melindungi penduduk sipil, terutama anak-anak.

Konflik besar ini bermulai pada Oktober 2023 dan menyebabkan kehancuran luas di Jalur Gaza akibat operasi militer Israel. Meski gencatan senjata telah melangkah selama setahun terakhir, PBB menilai situasi di lapangan tetap memprihatinkan dengan adanya gangguan pada akomodasi medis serta tantangan besar dalam penyediaan kebutuhan pokok bagi penduduk setempat. (Ant/Sputnik/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑