UNESCO Memperingatkan Ancaman Tsunami Tinggal Menunggu Waktu

Sedang Trending 1 jam yang lalu

loading...

Ancaman Tsunami Tinggal Menunggu Waktu. Foto/ Viet

NEW YORK -
UNESCO Memperingatkan Ancaman Tsunami Tinggal Menunggu Waktu

New York - Ancaman tsunami di Mediterania bukanlah peringatan baru, tetapi tahun 2026 menyaksikan perubahan nan signifikan: kota-kota pesisir mulai menerjemahkan peringatanilmiahmenjadi sistem kesiapsiagaan dan pemindahan nan konkret.

Nice menjadi kota terbaru nan diakui oleh UNESCO sebagai "Siap Tsunami," sementara jaringan pemantauan dan peringatannya terus berkembang.

Nice telah diakui oleh UNESCO sebagai kota nan "siap menghadapi tsunami".
Pada tanggal 12 Juni 2026, Komisi OseanografiAntarpemerintah(IOC) UNESCO secara resmi mengakui wilayah metropolitan Nice Côte d'Azur di Prancis sebagai "Siap Menghadapi Tsunami," menandai langkah signifikan dalam mempersiapkan diri menghadapi tsunami di wilayah Mediterania.

Ini bukan gelar simbolis. Untuk diakui, suatu organisasi kudu memenuhi 12 kriteria UNESCO, termasuk memetakan area risiko, mengidentifikasi jumlah orang nan mungkin terdampak, mengembangkan peta evakuasi, memasang rambu-rambu, menyelenggarakan kampanye kesadaran dan latihan, serta memastikan bahwa pihak berkuasa mempunyai kapabilitas untuk menerima dan mengeluarkan peringatan 24/7 melalui rencana darurat.

Oleh lantaran itu, Nice telah menjadi salah satu wilayah nan mengubah ancaman tsunami dari masalah geologis menjadi tantangan nyata dalam pengelolaan populasi dan penyelamatan.

Perlu dicatat bahwa Nice bukanlah tempat pertama di area ini nan melakukan perihal tersebut. Cannes telah diakui sebagai Kota Siap Tsunami oleh UNESCO-IOC sejak Januari 2024.

Pada tahun 2026, jaringan ini diharapkan bakal semakin meluas. UNESCO menyatakan bahwa area Atlantik Utara-Mediterania dan laut-laut nan saling terhubung di sekitarnya membentuk jaringan organisasi pesisir nan semakin besar dan memenuhi standar internasional untuk perlindungan tsunami.

Pada tanggal 20 Juni 2026, gempa bumi berkek magnitude 5,8 terjadi di sebelah barat daya pulau Kreta, Yunani. Pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 13 km, sekitar 69 km di sebelah selatan-barat daya kota Rethymno.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews