UN Women Kolaborasi dengan BUMN, Dorong Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Perkenalan 12 perusahaan BUMN nan menjadi pelopor kebijakan setara gender. Foto: UN Women

Sebanyak 12 perusahaan BUMN menjadi pelopor integrasi kebijakan tempat kerja nan mengedepankan kesetaraan kelamin dan ramah keluarga. Langkah ini diperkenalkan dalam kerjasama antara UN Women dan Kementerian BUMN pada Selasa (19/5).

Selama enam bulan terakhir, perusahaan-perusahaan tersebut telah mendapat pendampingan dari UN Women melalui program WEPs Corporate Action Lab (WEPsCAL). Program ini membantu perusahaan menyusun kebijakan nan lebih responsif gender.

BUMN pun dipilih sebagai pelopor bukan tanpa alasan. Ulziisuren Jamsran selaku UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN mengatakan bahwa peran BUMN di bawah naungan negara mempunyai pengaruh besar melampaui kebijakan internal perusahaan.

“Ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kesetaraan kelamin merupakan fondasi untuk meningkatkan produktivitas, daya saing tenaga kerja, serta keberlanjutan organisasi,” ujar Ulziisuren dalam rilis nan diterima oleh kumparanWOMAN.

Upaya ini juga merupakan corak respons terhadap rendahnya partisipasi wanita di bumi kerja Indonesia dibanding laki-laki. Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, tingkat partisipasi angkatan kerja wanita berada di nomor 56,42 persen, sementara laki-laki mencapai 84,66 persen.

Sementara itu, menurut info dari The Australia-Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) mengungkapkan bahwa sekitar 1,7 juta wanita usia 20–24 tahun meninggalkan pekerjaan lantaran menikah alias mempunyai anak. Hal ini menandai perlunya kebijakan perusahaan nan ramah keluarga.

Empat pilar kesetaraan kelamin di bumi kerja dan penerapannya di 12 perusahaan BUMN

Ilustrasi lingkungan kerja. Foto: Urbanscape/Shutterstock

Dalam upaya mewujudkan kesetaraan kelamin di bumi kerja, terdapat empat solusi utama nan diidentifikasi. Pertama, penguatan libur ayah serta perubahan pola pikir organisasi mengenai keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan dan perawatan rumah tangga.

Kedua, peningkatan support terhadap kesehatan mental dan elastisitas kerja melalui pengembangan solusi compressed working time arrangement, pertimbangan kebijakan hybrid working, hingga program employee assistance yang bekerja sama dengan psikolog.

Ketiga, penguatan prasarana pengasuhan—perusahaan didorong menghadirkan lingkungan kerja nan lebih ramah family melalui akomodasi daycare dan penyediaan ruang laktasi untuk mendukung para ibu pekerja.

Keempat, penguatan kepemimpinan wanita dan support bagi caregiver melalui kebijakan kerja fleksibel, program mentoring, rekrutmen inklusif, serta beragam corak support lainnya.

Penerapan solusi tersebut dilakukan di 12 perusahaan BUMN pelopor, di antaranya: PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Perum Perumnas, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Bio Farma (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), AirNav Indonesia, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), Pertamina, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Bank Mandiri.

A.A.A. Indira Pratyaksa Ketua Umum Interim Srikandi Danantara mengatakan bahwa 12 perusahaan BUMN pelopor ini mencerminkan langkah nyata BUMN dalam membangun budaya kerja nan lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan pegawai

"Kami percaya bahwa tempat kerja nan mendukung kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja juga berkedudukan krusial dalam memperkuat keberlanjutan talenta dan keahlian organisasi,” ujar Indira.

Peluncuran Danantara Respectful & Inclusive Workplace Playbook

Peluncuran Danantara Respectful & Inclusive Workplace Playbook. Foto: UN Women

Melalui kesempatan ini, Danantara Respectful & Inclusive Workplace Playbook turut diluncurkan sebagai pedoman bagi BUMN dalam mewujudkan ekosistem kerja nan ramah family dan setara gender.

“Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat budaya kerja nan sehat, inklusif, dan berkepanjangan di lingkungan BUMN,” ujar Senior Director Human Capital Talent Management and Culture PT Danantara Asset Management Wiwik Wahyuni.

Wakil Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia Hadjar Seti Adji menambahkan bahwa langkah ini tidak sekadar mendorong perubahan budaya, tetapi juga menjadi corak penyesuaian baru dalam sistem kerja nan lebih manusiawi serta berakibat pada peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan