Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memberikan edukasi kepada pelaku UMKM Colok Gembrung Berkah Mandiri.(UNJ)
Penggunaan kemasan ramah lingkungan mulai didorong kepada pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu langkah mengurangi timbulan sampah plastik. Edukasi mengenai green packaging menjadi penting, terutama bagi UMKM pangan nan tetap mengandalkan plastik sekali pakai lantaran dinilai praktis dan ekonomis. Kondisi tersebut ditemukan pada UMKM Berkah Mandiri, produsen makanan Colok Gembrung berbahan dasar kulit sapi di Dusun Pasirdatar, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Berdasarkan hasil observasi, pelaku upaya tetap menggunakan plastik sekali pakai sebagai bungkusan produk.
Seiring dengan perkembangan upaya dan peningkatan produksi, penggunaan plastik berpotensi semakin bertambah dan menghasilkan lebih banyak sampah. Plastik nan susah terurai tersebut dapat menimbulkan persoalan lingkungan andaikan tidak dikelola dengan baik.
Melihat kondisi itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memberikan edukasi kepada pelaku UMKM Colok Gembrung Berkah Mandiri agar mulai mempertimbangkan penggunaan bungkusan nan lebih ramah lingkungan.
Kegiatan edukasi berbasis kontekstual tersebut dilaksanakan pada 31 Juli 2026 dan diikuti 12 pelaku UMKM. Pendekatan nan digunakan tidak hanya bermaksud meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui pembahasan nan berangkaian langsung dengan persoalan nan mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Ketua tim pengabdian, Eka Putri Azrai, mengatakan program tersebut bermaksud memberikan pemahaman sekaligus mendorong pelaku UMKM pangan menggunakan bungkusan ramah lingkungan sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
“Penggunaan bungkusan plastik sekali pakai pada produk colok gembrung berpotensi meningkatkan timbulan sampah seiring dengan peningkatan produksi. Pelaku upaya perlu beranjak ke bungkusan nan ramah lingkungan untuk menjamin kualitas produk dan sebagai corak kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Eka Putri Azrai, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (8/8).
Dalam aktivitas tersebut, tim pengabdian terlebih dulu memberikan pemahaman mengenai akibat penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai faedah penggunaan bungkusan ramah lingkungan serta beragam pengganti bungkusan nan dapat diterapkan untuk produk pangan.
Materi edukasi turut didukung booklet sebagai media pembelajaran. Tim juga membawa sejumlah contoh bungkusan ramah lingkungan agar peserta dapat memandang secara langsung pengganti nan berpotensi digunakan untuk produk mereka.
Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui obrolan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis kemasan, termasuk pertimbangan biaya. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai aspek lingkungan, tetapi juga dapat mempertimbangkan penerapannya dari sisi kebutuhan dan keberlanjutan usaha.
Para peserta menunjukkan antusiasme selama aktivitas berlangsung. Mereka aktif mengusulkan pertanyaan dan berbincang mengenai jenis kemasan, harga, hingga pengganti bungkusan nan paling sesuai untuk produk Colok Gembrung.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, tim pengabdian juga memberikan sejumlah pertanyaan secara lisan selama sesi diskusi. Respons peserta menunjukkan adanya pemahaman nan lebih baik mengenai pentingnya penggunaan bungkusan ramah lingkungan, khususnya dalam mengurangi limbah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.
Edukasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Berkah Mandiri untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai. Penggunaan green packaging tidak hanya dipandang sebagai upaya mengurangi akibat lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan upaya nan lebih berkelanjutan.
Melalui pendekatan edukasi nan berbasis pada persoalan nyata di lapangan, pelaku UMKM diharapkan bisa mengambil keputusan nan lebih ramah lingkungan tanpa mengabaikan aspek kualitas produk, biaya, dan keberlangsungan usaha. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·