Ultah ke-11 Kopi TUKU Ungkap Pencapaian Penjualan 85 Ribu Cup per Hari

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Acara Ultah ke-11 Toko Kopi TUKU di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Toko Kopi Tuku (TUKU) merayakan ulang tahun ke‑11 dengan mengangkat tema "Sewelas Asih". Dalam aktivitas kumpul tahunan nan diselenggarakan Kamis (25/6) di Urban Forest Cipete, TUKU ungkap beberapa pencapaian nan tertulis dalam "rapor" tahunan mereka.

Rapor tersebut dibuka dengan pencapaian pertumbuhan gerainya nan total sekarang ada 80 toko tersebar di 11 kota di Indonesia. Bahkan, tahun ini brand kopi nan sudah ada sejak 2015 tersebut sukses membuka gerai di Amsterdam, Belanda.

Kemudian, diungkapkan pula oleh CEO & Founder TUKU, Andanu Prasetyo, bahwa gerainya bisa menjual 85 ribu cup kopi per hari nan dinikmati oleh tetangga mereka di beragam kota. Di kembali nomor itu, rupanya merupakan hasil kerja sama dari 1.089 barista, cook, helper, dan crew.

Andanu turut mengungkapkan kepada kumparan, perjalanan setahun belakang tidak serta-merta melangkah mulus, terlebih di tengah tekanan ekonomi, perubahan karakter kopi akibat cuaca, dan dinamika supply chain nan bergerak cepat. Hal ini turut membikin TUKU meningkatkan nilai menu minumannya, seperti kopi susu tetangga nan sekarang dijual seharga Rp 25 ribu per gelas; dulunya Rp 20 ribu per gelas.

Acara Ultah ke-11 Toko Kopi TUKU di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

"Aku rasa terjadi di semua agrikultur kita. Ini, kan masalah kondisi supply-demand, ini masalah kesiapan kita di hulu untuk merespons kesiapan peralatan nan bisa dipakai sama kayak saya brand di hilir. Jadi, sebenarnya ini nan terasa sama semua sebenarnya. Buat saya posisi kemarin dijadikan pelajaran, lantaran bakal berulang terus, kok. Makanya krusial sekali buat kami terus bertetangga baik, bekerja-sama dengan seluruh mitra dari hilir sampai hulu," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyiapkan sejumlah strategi keberlanjutan misalnya melalui reforestasi berbareng Yayasan Tanah Air Semesta dan Bumiterra, dengan lebih dari 13.000 pohon MPTS ditanam di Garut dan Kapuas Hulu.

Acara Ultah ke-11 Toko Kopi TUKU di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Di sisi pengelolaan sampah, TUKU bekerja dengan Waste4Change, DUITIN, dan Envmission untuk menangani lebih dari 1.124 ton sampah operasional. Melalui kerjasama dengan UMKM Gunung Sindur, limbah bungkusan kopi dan krimer diolah menjadi tas guna pakai oleh 40 wanita pengrajin, membuka sumber pendapatan baru bagi organisasi lokal.

Rupanya, #bertetanggabaik bagi TUKU bukan sekadar slogan, melainkan prinsip ini nan menurut Andanu bakal terus mengalir dalam setiap sesapan kopi buatan para baristanya.

Di akhir perayaan, Andanu menyampaikan rasa syukurnya, “Terima kasih kepada seluruh tetangga nan sudah melangkah berbareng kami selama sebelas tahun. Semua nan kami lakukan adalah corak rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran kalian di perjalanan ini. Karena pada akhirnya, TUKU bukan hanya tentang kopi—tetapi tentang berbagi cerita, berbagi hari, dan berbagi hidup. Perayaan ini bukan tentang kami lagi, tetapi tentang gimana kita semua, sebagai family besar TUKU, membawa cerita ini lebih jauh dan menghadirkan hal‑hal baik bagi lebih banyak orang.”

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan