Jakarta, CNN Indonesia --
Universitas Indonesia (UI) merespons polemik nan muncul setelah akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengunggah konten mengenai Pride Month dan rumor LGBTIQ.
Pihak kampus menegaskan unggahan tersebut merupakan pandangan redaksional organisasi mahasiswa nan tidak mewakili sikap resmi universitas.
"Terkait dinamika nan berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai rumor Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan nan bersangkutan," demikian keterangan resmi UI disampaikan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro, dikutip Minggu (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konten tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI," imbuhnya/.
UI menegaskan kebebasan berekspresi dan beranggapan merupakan bagian dari kehidupan akademik nan kudu dihormati. Namun, kebebasan tersebut juga kudu dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan etika dan norma nan berlaku.
Sebagai perguruan tinggi, UI menegaskan komitmennya untuk berpegang pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, serta norma nan bertindak di Indonesia. Kampus juga menempatkan penghormatan terhadap martabat manusia, integritas, dan terciptanya lingkungan akademik nan kondusif serta kondusif sebagai prinsip utama dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Dalam semangat tersebut, UI memandang kampus sebagai ruang perbincangan dan pengembangan pengetahuan pengetahuan nan terbuka terhadap beragam pandangan. Namun, setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik," demikian pernyataan UI.
UI menilai perbedaan pandangan di tengah masyarakat kudu dikelola secara bijak. Karena itu, kebebasan berekspresi perlu diimbangi dengan tanggung jawab sosial agar tidak menimbulkan perpecahan.
Sebagai tindak lanjut atas polemik nan berkembang, pihak kampus saat ini melakukan penelaahan dan pertimbangan internal terhadap persoalan tersebut.
Menindaklanjuti dinamika dan keresahan nan timbul di tengah masyarakat mengenai unggahan tersebut, Pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan langkah-langkah pertimbangan lebih lanjut secara internal.
"Proses ini dilakukan berbareng otoritas kampus mengenai untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpatokan pada koridor kebebasan akademik nan bertanggung jawab," tegas UI.
UI juga membujuk seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk menjaga suasana nan kondusif serta menghormati perbedaan pandangan demi menjaga persatuan.
Di sisi lain, alumni Pers Suara Mahasiswa UI turut menyampaikan sikap atas unggahan nan sempat viral tersebut. Melalui pernyataan resmi nan diunggah akun @ilunisumaui, para alumni menyatakan penyesalan terhadap konten berjudul Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan nan dipublikasikan SUMA UI di IG dan X.
"Alumni Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menyesalkan unggahan di IG dan X (sebelumnya Twitter) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) berjudul Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan. Alumni SUMA UI sudah berupaya memberi masukan ke Redaksi SUMA UI untuk mempertimbangkan konteks sosial kemasyarakatan seraya tetap menjaga independensi redaksi dalam menjalankan kerja jurnalistiknya," demikian pernyataan alumni SUMA UI dikutip dari akun media sosial mereka, @ilunisumaui pada Minggu (14/6).
Menurut alumni, sejak berdiri pada 1992, SUMA UI dikenal sebagai organisasi pers mahasiswa nan menjunjung keberagaman, menjaga sikap moderat, dan mengedepankan prinsip nonpartisan dalam kerja jurnalistiknya. Karena itu, mereka menilai unggahan tersebut tidak sejalan dengan semangat nan selama ini dibangun organisasi.
"Alumni SUMA Ul dengan ini menyatakan keberatan dan menyesalkan unggahan tersebut nan dinilai tidak sesuai dengan semangat organisasi pers mahasiswa untuk tidak condong pada salah satu golongan tertentu," demikian tegas Alumni SUMA UI.
Selain itu, alumni juga menyayangkan sikap pengurus redaksi nan dinilai tidak membuka ruang obrolan dan menerima masukan mengenai unggahan nan menuai kontroversi tersebut. Mereka menilai polemik itu telah menimbulkan keresahan di kalangan sivitas akademika, alumni, hingga masyarakat luas serta berpotensi berakibat negatif terhadap aktivitas mahasiswa UI.
Meski demikian, alumni menegaskan tetap mendukung kebebasan beranggapan nan dijalankan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan etika dan nilai moral nan berkembang di masyarakat.
"Alumni SUMA UI bakal terus membuka upaya perbincangan dengan pengurus Redaksi SUMA UI. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," tutup alumni SUMA UI.
Sebelumnya, unggahan SUMA UI berjudul Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan ramai diperbincangkan di media sosial. Konten tersebut menampilkan ilustrasi siluet Garuda Pancasila berlatar bendera pelangi dan memuat narasi mengenai Pride Month serta rumor diskriminasi terhadap organisasi LGBTIQ+.
Setelah menuai beragam reaksi publik, unggahan tersebut kemudian dihapus dari akun IG dan X milik SUMA UI.
(tim/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·