ilustrasi akibat el nino.(Antara)
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo AA Teguh menyatakan pendanaan pemerintah tetap memadai untuk penanganan dampak El Nino.
“Pendanaan pemerintah sementara ini tetap memadai, tinggal memang gimana kita bisa memastikan kelak rencana penggunaannya ini bakal tepat, sesuai dengan kebutuhan nan mendesak untuk penanganan El Nino. Ini sudah dirapatkan di ratas (rapat terbatas),” ujar Leonardo usai agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat”, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8).
Salah satu tindak lanjut strategis nan ditawarkan Bappenas untuk mitigasi akibat El Nino, ialah memperluas sumber pembiayaan melalui optimasi pendanaan domestik, climate finance, pooling fund kebencanaan, adaptation fund, Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD), serta instrumen pembiayaan inovatif lainnya.
Dia menekankan bahwa pembiayaan suasana unik untuk El Nino memang tidak ada lantaran kejadian tersebut berkarakter siklikal. Adapun pendanaan suasana secara umum adalah upaya mendorong penyelenggaraan beberapa tindakan penyesuaian nan sudah ada di National Adaptation Plan (NAP) hingga mengembangkan kegunaan dari ekosistem melalui Biodiversity Strategy and Action Plan (BSAP).
“Jadi lebih banyak pendanaan nan dikembangkan ke arah sana, ke arah hulu, ke arah untuk melaksanakan program-program nan sudah ditetapkan, dan andaikan itu kelak berkontribusi kepada keahlian untuk menangani El Nino, ini menjadi penting,” kata Teguh.
NAP merupakan proses dan arsip perencanaan strategis untuk mengidentifikasi, memprioritaskan, serta mengatasi akibat jangka menengah dan panjang akibat perubahan iklim. BSAP adalah arsip pedoman resmi untuk melindungi, merawat, serta memakai alam serta tumbuhan dan hewan secara bijak. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·