ilustrasi Atlet Free Fire(ANTARA/HO-PB ESI)
PENYELENGGARAAN turnamen esports tingkat organisasi kembali menjadi arena pembuktian bagi para pemain non-profesional untuk menguji ketangkasan dan strategi bertanding di ruang publik. Panggung kejuaraan ini menjadi sarana krusial bagi lahirnya talenta-talenta muda potensial sekaligus memperkuat ekosistem gaming nasional dari tingkat akar rumput.
Ajang kejuaraan nan disaksikan oleh ratusan visitor mal, organisasi gaming, hingga pegiat cosplay tersebut melahirkan kejutan manis di babak final. Tim non-profesional Family Agoy nan diperkuat oleh Zaki Muafa, Christhio Waworuntu, Rizky Kaesang, Prayoga Putra Ramadhan, dan Jibrilc, sukses keluar sebagai juara usai menampilkan kerja sama tim nan solid di sepanjang gelaran turnamen.
Kemenangan Family Agoy terasa makin spesial lantaran mereka sukses mengandaskan perlawanan tim Shadow Esports pada partai puncak. Perwakilan tim, Zaki Muafa, mengakui reputasi dan struktur permainan musuh nan rapi sempat menuntut timnya untuk bermain ekstra disiplin dan menjaga konsentrasi tingkat tinggi sebelum akhirnya sukses mengunci gelar juara.
"Mereka adalah tim esports profesional, jadi struktur dan kekuatan tim mereka sudah sangat kuat. Namun, kami sukses menaklukkan mereka,” ujar Zaki
Dukungan terhadap keberlanjutan turnamen organisasi semacam ini dihadirkan oleh sektor industri ritel melalui PT Mixue Indonesia nan merangkul gim seluler terkenal Free Fire. Langkah tersebut diwujudkan tidak hanya lewat panggung kompetisi, tetapi juga peluncuran jenis menu es krim dan minuman bertema khusus.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Hubungan Pemerintah Mixue Indonesia, Valeria Linggoraharjo, menjelaskan bahwa keterlibatan pihak industri dalam arena esports didasari oleh kesamaan karakter audiens dan tingginya populasi generasi muda di Indonesia
“Kami memilih bekerja sama dengan Free Fire lantaran mereka mempunyai organisasi nan sangat luas dan aktif di Indonesia. Segmen pengguna Free Fire didominasi oleh generasi muda, dan ini sangat beririsan dengan sasaran pasar Mixue,” ujar Valeria.
Valeria menambahkan, posisi Indonesia sangat strategis bagi pertumbuhan upaya perusahaan di area Asia Tenggara. Oleh lantaran itu, Mixue berkomitmen memperbanyak aktivitas nan relevan dengan minat generasi muda, khususnya di industri gaming.
“Indonesia adalah salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Tim Asia Tenggara kami bakal terus mendukung dan menciptakan kegiatan-kegiatan nan lebih menarik untuk terus dekat dengan konsumen,” tuturnya.
Dalam gelaran aktivitas tersebut, Mixue turut meluncurkan jenis menu unik Matcha Booyah Series, nan terdiri dari Matcha Booyah Cone, Matcha Booyah Cookies Sundae, dan Matcha Booyah Boba Milk. Selain menikmati sajian khusus, visitor juga berperan-serta dalam sejumlah permainan interaktif seperti Matcha Memory Challenge, Matcha Sniper, Matcha Spin Wheel, hingga area photo booth bertema Booyah.
(P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·