Taufik Fajar
, Jurnalis-Kamis, 09 April 2026 |11:16 WIB

MNC Asset (Foto: Okezone)
JAKARTA – Di tengah dinamika ekonomi dunia nan semakin menantang-dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan moneter, penanammodal dituntut untuk semakin selektif dalam menentukan instrumen investasi. Dalam situasi seperti ini, krusial bagi penanammodal untuk tetap tenang dan konsentrasi pada strategi jangka menengah hingga panjang, termasuk dengan memilih instrumen nan mempunyai tingkat stabilitas relatif baik.
Reksa biaya berbasis pendapatan tetap dan pasar duit menjadi salah satu pilihan nan relevan lantaran menawarkan potensi imbal hasil nan kompetitif dengan tingkat volatilitas nan relatif lebih rendah. Instrumen ini juga dapat berfaedah sebagai bagian dari strategi diversifikasi, terutama ketika pasar saham mengalami tekanan akibat sentimen global.
MNC Asset Management mencatat bahwa sejumlah produk reksa dananya tetap menunjukkan keahlian nan stabil. Berdasarkan info Nilai Aktiva Bersih (NAB) per 31 Maret 2026, keahlian year-to-date (YTD) untuk beberapa produk unggulan tercatat positif, antara lain:
• MNC Dana Likuid: 1,73%
• MNC Dana Syariah: 1,69%
• MNC Dana Lancar: 1,27%
Direktur MNC Asset Management Dimas Aditya Ariadi menyampaikan bahwa stabilitas keahlian ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan portofolio nan disiplin dan selektif.
“Kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola biaya nasabah, khususnya di tengah kondisi pasar nan bergejolak. Produk kami difokuskan pada instrumen dengan kualitas nan terjaga, sehingga bisa memberikan keahlian nan relatif stabil. Reksa Dana Pendapatan Tetap seperti MNC Dana Likuid dan MNC Dana Syariah dapat menjadi pilihan bagi penanammodal nan menginginkan potensi imbal hasil optimal dengan akibat terukur, sementara Reksa Dana Pasar Uang seperti MNC Dana Lancar menawarkan likuiditas nan tinggi dan stabilitas. Seluruh produk tersebut dapat dibeli dengan mudah, salah satunya melalui Bareksa Super App, nan memberikan kemudahan bagi penanammodal untuk mulai berinvestasi kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·