Penanganan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) terus dikerjakan. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menargetkan penanganan tumpukan sampah rampung besok.
"Insyaallah tiga hari ke depan sudah selesai. Hari Jumat (10/4) kita targetkan seluruh penanganan tuntas," kata Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, di Pasar Pal Meriam, Matraman, dilansir Antara, Kamis (9/4/2026).
Target tersebut merupakan tindak lanjut atas tenggat waktu nan diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai percepatan penanganan persoalan sampah di area pasar terbesar di ibu kota tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus memastikan, pihaknya berbareng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terus bekerja intensif untuk menuntaskan persoalan tersebut. Ia optimistis proses pembersihan dapat selesai sesuai sasaran nan telah ditetapkan.
Dalam upaya percepatan tersebut, Pasar Jaya mengerahkan puluhan armada pengangkut sampah setiap harinya.
700 Ton Sampah Diangkut Tiap Hari
Agus menjelaskan, rata-rata terdapat sekitar 40 ritase pengangkutan sampah per hari. Dengan kapabilitas tersebut, volume sampah nan sukses diangkut mencapai sekitar 600 hingga 700 ton setiap harinya.
"Kita alhamdulillah bahu-membahu dengan Dinas Lingkungan Hidup. Tiap hari nyaris 40 ritase. Itu setara dengan 600 sampai 700 ton sampah nan kita angkut," ungkapnya.
Menurut Agus, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi kondisi lingkungan pasar nan sempat dipenuhi tumpukan sampah.
Selain mengangkut sampah ke tempat pengolahan, Pasar Jaya juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan serupa agar tidak kembali terulang.
Salah satu upaya nan sedang disiapkan adalah pengoperasian mesin insinerator alias mesin pembakar sampah di area pasar. Namun, Agus menyebut bahwa saat ini perangkat tersebut tetap dalam tahap uji coba (trial).
Dugaan Pemicu Tumpukan Sampah
Sebelumnya diberitakan, Pramono Anung menargetkan penanganan sampah tuntas dalam waktu sekitar 7-8 hari ke depan. Dia menyebut penumpukan sampah ini merupakan imbas dari gangguan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, khususnya di area 4A nan terdampak sehingga aktivitas pengangkutan ikut tertahan.
"Nanti detailnya bakal dijelaskan Pak Dirut Pasar Jaya. Mudah-mudahan tujuh, delapan hari lagi selesai. Sekarang ini sedang ditangani," ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4).
Menurut Pramono, pengaruh dari gangguan di area 4A membikin pengedaran sampah ke Kramat Jati ikut tersendat dan memicu penumpukan lebih besar dari biasanya. Ia menegaskan Pemprov DKI sudah menerjunkan tim untuk mempercepat pengangkutan.
"Memang akibat dampak dari area 4A Bantar Gebang nan kemudian rentetannya terjadi sampai hari ini. Saya sudah meminta Dirut Pasar Jaya untuk segera nan di Kramat Jati diselesaikan," ucapnya.
(jbr/dhn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·