
Penjelasan BYD soal Turunnya Penjualan Wholesales Mei 2026 (Okezone/Erha A Ramadhoni)
JAKARTA - BYD Motor Indonesia buka bunyi soal anjloknya penjualan wholesales (pabrik ke diler) pada Mei 2026. Turunnya pengedaran tersebut lantaran adanya transisi dari impor ke produksi lokal.
1. Penjelasan BYD soal Penjualan Wholesales Anjlok
Diketahui, berasas info Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan BYD pada Mei 2026 hanya 895 unit. Ini menjadi nomor wholesales terendah bagi BYD, sejak brand asal China tersebut masuk ke Indonesia.
Sebagai informasi, tahun ini saja, penjualan wholesales BYD pada Januari mencapai 4.79 unit. Lalu pada Februari mencapai 4.653 unit, Maret sebanyak 2.941 unit dan April 4.625 unit.
BYD Motor Indonesia memberikan penjelasan mengenai anjloknya wholesales pada Mei 2026.
"Itu adalah akibat dari transisi production source kita, sebelumnya kita tetap berbasis impor. Wholesales itu bagian dari penjualan principal kepada dealer," ujar Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, di Jakarta, dikutip Senin (15/6/2026).
Mobil BYD (Dok BYD Motor Indonesia)
Ia menjelaskan, pihaknya tengah mengatur ulang kembali pasokan unit seiring rencana produksi lokal. Hal ini berakibat pada wholesales Mei 2026. Meski begitu, Luther menyebut, nomor wholesales bakal kembali normal bulan ini.
"Kita membenahi sistem supply dengan transisi dari peralatan CBU (impor utuh-red) ke produksi lokal. Sehingga ada sedikit shock di sisi angka, tapi itu bakal normal kembali di bulan ini," tuturnya.
BYD memastikan kondisi itu hanya sementara. BYD menyatakan, pasokan kendaraan ke diler mulai kembali melangkah normal seiring kesiapan akomodasi produksi dan rantai distribusi.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·